Penembakan Massal di Port Arthur Australia, 35 Orang Tewas

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 27 Mei 2022

Indolinear.com, Port Arthur – Sejarah kelam bagi Australia tergoreskan pada tanggal 28 April 1996.

Saat itu Martin Bryant yang berusia 28 tahun memulai pembunuhan besar-besaran yang berakhir dengan kematian 35 pria, wanita dan anak-anak di kota tenang Port Arthur di Tasmania.

Mengutip dari Liputan6.com (25/05/2022), penembakan massal oleh Bryant disebutkan saat ia memulai hari dengan membunuh pasangan tua yang merupakan pemilik wisma Seascape atau Pemandangan Laut Port Arthur. Beberapa berteori bahwa pembunuhan itu adalah pembalasan Bryant atas pemilik yang menolak menjual wisma kepada ayahnya.

Ayah Bryant kemudian meninggal karena bunuh diri, tindakan yang dikatakan Bryant telah disalahkan pada Depresinya karena tidak dapat membeli properti itu.

Setelah makan siang di dek Broad Arrow Cafe, yang terletak di lokasi koloni penjara Port Arthur yang bersejarah, sebuah tujuan wisata, Bryant memasuki restoran. Penembakan selanjutnya terjadi.

Ia kemudian mengeluarkan senapan Colt AR-15 dari tasnya, dan mulai menembak.

Setelah membunuh 22 orang berturut-turut dengan cepat, Bryant meninggalkan restoran menuju tempat parkir, di mana ia melanjutkan penembakannya, antara lain membunuh pengemudi dua bus wisata, beberapa penumpang mereka dan seorang ibu serta dua anaknya yang masih kecil.

Dalam perjalanan keluar dari tempat parkir, dia menembak empat orang di BMW dan mengendarai mobil tersebut ke pompa bensin terdekat, di mana dia menembak seorang wanita dan menyandera seorang pria. Ia lalu mengemudi kembali ke wisma Seascape.

Setelah 18 jam berselisih dengan polisi, Bryant membakar wisma tamu, berlari keluar dan ditangkap.

Dia rupanya telah membunuh sandera beberapa waktu sebelumnya.

Bryant awalnya mengaku tidak bersalah atas 35 pembunuhan, tetapi mengubah pembelaannya dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ia tidak pernah dibebaskan dan mendapat hukuman maksimum Australia.

Broad Arrow Cafe dan sekitarnya diubah menjadi tempat refleksi dan memorial.

Orang-orang di seluruh Australia dan dunia ngeri dengan tindakan Bryant. Dengan harapan untuk mencegah kejahatan serupa, undang-undang kontrol senjata di banyak wilayah Australia diperkuat secara signifikan setelah tragedi itu. (Uli)

loading...