Penderita Diabetes di Kota Bogor Capai 2.138 Orang

pojoksatuid/indolinear.com
Senin, 20 November 2017
loading...

Indolinear.com, Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat, jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di Kota Bogor kian hari semakin menghawatirkan. Saat ini jumlahnya telah mencapai  2.138 orang. Jumlah ini meningkat  dari tahun 2016 yang hanya 2.093 orang.

Kasi Penyakit Tidak Menular Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Firy menjelaskan, angka tersebut bisa berubah, karena hanya berdasarkan jumlah warga yang berobat ke puskesmas. Jumlah ini belum termasuk warga yang berobat ke rumah sakit.

“Jumlah 2.138 orang yang terkena DM ini, hanya sampai bulan Juni. Ada kemungkinan naik jika digabungkan dengan data bulan setelahnya,” jelas Firy.

Diabetes Melitus pada awamnya lebih dikenal dengan kecing manis. Penyakit dimana kadar gula seseorang lebih tinggi dari kadar normal. Normalnya saat puasa harus dibawah 100, dan dua jam setelah makan diatas 100 namun dibawah 200.

“Diabetes itu ada dua tipe. Ada yang karena genetik (keturunan). Ada yang juga karena habit (kebiasaan) makanan. Misalnya  konsumsi gula, cokelat, bahkan nasi yang berlebihan,” paparnya.

Diabeletes melitus yang disebabkan kebiasaan makanan menurut dia, yang paling bisa dicegah. Usahakan jangan overweight dan mengurangi asupan gula. Makanan dengan karbohidrat tinggi juga harus dikurangi.

“Caranya mencegahnya sederhana, yakni melalui olahraga rutin untuk mengurangi karbohidrat yang telah kita makan,”  ucapnya.

Jika olahraga sulit dilakukan,  aktivitas fisik harus tetap dikerjakan. Sehingga bisa membakar kalori. “Misalnya melakukan pekerjaan sehari-hari di rumah. Jadi apa yang kita makan akan terbakar,” tambahnya lagi.

Firy menjelaskan, rata-rata penderita diabetes melitus berusia diatas 40 tahun. Meski sebelumnya ada yang disebut pre diabetes dengan gejala sehabis makan selalu merasa ngantuk, sering haus, selalu terasa lapar, dan di malam hari kerap ingin buang air kecil.

“Jadi itu tergantung ketahanan tubuh, saat sudah terasa pre diabetes dan tidak menjaga kondisi tubuh. Maka semakin besar kemungkinan terkena diabetes melitus,” ucapnya.

Karenanya, sambung Firy, perlu adanya pencegahan dini. Mulai dari cek kesehatan, jangan merokok, rajin aktivitas fisik atau olahraga. Diet seimbang, kurangi garam juga asupan gula. “Yang tak kalah penting adalah istirahat yang cukup,” tandasnya. (Gie)