Pemuda 18 Tahun Rela Pertaruhkan Nyawa Hadang Peluru Panas

FOTO: grid.id/indolinear,com
Jumat, 17 Mei 2019

Indolinear.com, Colorado – Seorang remaja putra di Colorado, Amerika Serikat menjadi korban penembakan brutal yang terjadi di sekolahnya.

Remaja yang diketahui bernama Kendrick Castillo (18) itu tewas tertembak karena menghadang penembak demi menyelamatkan teman-temannya.

Dilansir dari Grid.id (16/05/2019), Kendrick menyerang salah satu penembak di STEM School Highlands Ranch di pinggiran kota Denver.

Tindakan Kendrick memang fatal, namun ia memberi lebih banyak orang kesempatan untuk selamat.

Kendrick tidak sendirian, menurut teman sekelasnya, Kendrick menghadang penembak itu bersama Jackson Gregory dan Lucas Albertoni.

“Saya pikir saya tidak akan berdiri di sini sekarang dan menceritakan kisah tentang betapa beraninya Kendrick, Jackson dan Lukas dan semua orang yang mengorbankan diri mereka sendiri hingga kami semua bisa pulang malam itu,” ujar Nui Giasolli, salah satu teman sekelas Kendrick.

Teman kelas lainnya mengatakan tindakan Kendrick tidak mengejutkan sama sekali bagi mereka.

Pasalnya, Kendrick dikenal sebagai salah satu orang terbaik di sekolah itu.

Kendrick dikenal sebagai pribadi yang hangat dan mudah memberi bantuan sekalipun untuk orang yang baru dikenalnya.

Menariknya, tindakan Kendrick mengingatkan sang ayah, John Castillo tentang percakapannya dengan putranya itu.

John pernah mengatakan pada Kendrick, “Anda tidak harus menjadi pahlawan.”

Namun, jawaban yang diberikan Kendrick cukup mencengangkan.

“Anda membesarkan saya dengan cara ini. Anda mengajarkan saya untuk menjadi orang baik. Itulah yang akan saya lakukan,” ujar John menirukan perkataan Kendrick sebelum akhirnya terbunuh.

Kendrick mengatakan kepada ayahnya bahwa dia tidak akan berpikir dua kali untuk bertindak demi menyelamatkan orang lain.

Bahkan jika ia sedang berhadapan muka dengan seorang penyusup bersenjata sekalipun.

Tragisnya, skenario terburuk yang didiskusikan John dan Kendrick menjadi kenyataan mengerikan.

“Kami membesarkannya agar tidak jadi orang yang mementingkan diri sendiri,” kata John.

John sangat terpukul dengan kepergian Kendrick.

John mengatakan ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya akan berlanjut tanpa putranya itu.

Kendati demikian, ia juga bangga pada apa yang putranya tersebut lakukan.

“Saya sangat senang anak-anak lain selamat. Seorang anak mengatakan kepada saya bahwa, ‘dia (Kendrick) melompat dan menyelamatkan hidup kita,” kata John Castilo. (Uli)