Pemkot Tangsel Luncurkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM)

FOTO: Eksklusif Diskominfo Tangsel for indolinear.com
Rabu, 13 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan meluncurkan Program Gerakan Indonesia Membaca (GIM). Program ini bertujuan untuk meningatkan minat baca Warga Kota Tangsel. Peluncuran GIM berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (12/10/2021).

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan bahwa kajian literasi sangatlah luas. Bukan hanya berkenaan dengan baca dan tulis saja. Melainkan literasi harus dipahami sebagai keseluruhan dari aktivitas manusia dalam menghadapi kehidupan, mengurai dan menyelesaikan masalah serta membuat kehidupan yang lebih berbudaya yang pada puncaknya disebut dengan peradaban.

”Peradaban yang dimaksudkan adalah seluruh bagian berkehidupan dengan seluruh capaian umat manusia dalam berkehidupan, meliputi seni, sains dan teknologi, arsitektur, transfortasi, telekomunikasi, infrastruktur, dan sebagainya yang menunjang manusia dalam memudahkan kehidupannya, literasi menjadi akselerator manusia dalam menguasi instrument penunjang kehidupan,” ujar Benyamin.

Benyamin menambahkan saat ini perpustakaan belum sepenuhnya dijadikan rujukan pembelajaran sebagaimana yang diharapkan. Jika pun ada perpustakaan atau komunitas literasi, masih bersifat insidentil. Bukan merupakan bagian yang terkelola dengan masif terstruktur dan pengelolaan yang berkelanjutan, hal ini harus menjadi konsentrasi bagi guru dan peserta didik untuk menjadikan perpustakan sebagai rujukan pembelajaran.

Kemudian budaya baca pada masyarakat yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga lain di asia. Kelemahan atau masalah tersebut disebut sebagai bagian kelemahan dalam literasi pada masyarakyat.

Dengan adanya gerakan membaca ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong penuh terhadap perkembangan budaya literasi. Sebagai bagian dari komitmen daerah dan kedepan tentunya literasi tangerang selatan dapat lebih baik lagi serta menjadi percontohan literasi perkembangan literasi bagi daerah lain.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Membaca yang dicanangkan ini merupakan momentum dan motivasi untuk tumbuh kembangkan budaya membaca di Tangsel.

Taryono menilai dua kondisi yang saat ini berkembang, yaitu pandemi covid 19 dan era digital, agar mendorong untuk menanamkan dan mengembangkan budaya membaca. ”Membaca adalah bagian penting dalam literasi. Penguasaan ilmu dan teknologi berangkat dari membaca. Maka kami dorong adanya budaya membaca di masyarakat,” ujar Taryono.

Taryono memastikan ke depannya pihaknya akan terus dorong budaya membaca melalui berbagai saluran, salah satunya TBM. Dengan terus membiasakan membaca yang kemudian nantinya menjadi budaya membaca. (Adv)