Pemkot Tangsel Bentuk Tim Pengembang Kurikulum 

Kamis, 8 Oktober 2015

Indolinear, Tangsel – Sejumlah 50 orang yang terdiri dari pengawas, guru, dan Kepala Sekolah di Tangerang Selatan membentuk Tim Pengembang Kurikulum (TPK) yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 11 Tangsel, Kecamatan Jombang pada (8/10).

Hal ini dilakukan untuk pembekalan kurikulum 2013 yang di fasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud). Tak kurang dari 22 sekolah mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan pengembangan kurikukum 2013 itu.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Sridoyo menerangkan kegiatan tersebut selain berisi pembekalan juga sebagai sarana menyalurkan evaluasi dan supervisi terhadap apa yang sudah dilakukan sekolah dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

“Ini sangat penting, karena kita melakukan evaluasi juga tentang apa yang sudah dilakukan. Ini juga bisa menjadi masukan bagi Kemendikbud. Harapannya setelah ini akan ada penyempurnaan-penyempurnaan dalam implementasi kurikulum,” papar Sridoyo di lokasi kegiatan.

Anggota tim pengembangan kurikulum utusan Kemendikbud, Zulfikri Anas menerangkan kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk membantu guru mengimplementasikan sebaik mungkin kurikulum 2013.

“Selain itu, juga membantu guru mengembangkan kurikulum daerah seperti muatan lokal. Apa potensi di Tangsel yang bisa jadi bahan pembelajaran di masing-masing satuan sekolah,” terang Zulfikri.

Kegiatan itu, kata Zulfikri, juga diselenggarakan guna membentuk tim pengembang kurikulum di tingkat Kabupaten/Kota. Tim pengembangan kurikulum tingkat Kabupaten/Kota itu, nantinya bakal jadi lembaga pengawas sejauh mana efektifitas pelaksanaan kurikulum di tingkat daerah.

“Ini baru pertemuan awal. Kita harap ada pertemuan secara periodik dalam rangka membantu satuan sekolah,” ungkap Zulfikri.

Zulfikri menyebut Kurikulum 2013 terus mengalami revisi. Bakal terjadi penyerdehanaan terhadap hal-hal yang dianggap rumit.

“Intinya di kurikulum 2013 ini lebih mengutamakan pembinaan sikap, moral, akhlak. Sebab, selama ini, anggapan dari guru itu hanya mengajarkan pengetahuan saja,” terang Zukfikri. (sophie)