Pemkot Tangerang di Tengah Pandemi: Pulihkan Ekonomi – Siapkan SDM Terampil

FOTO: rahmat/indolinear.com
Rabu, 4 November 2020
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pergi ke manapun wajib memakai masker, bertemu dengan siapapun harus menjaga jarak, dan usai menyentuh sesuatu mesti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ketiga hal tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kota Tangerang sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini. Penyebabnya, pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengharuskan tiap orang untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru, tetapi berdampak pada sektor pendidikan dan sektor ekonomi. Terbukti, penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tidak lagi secara tatap muka, melainkan sistem daring (online). Selain itu, pendapatan daerah mengalami penurunan, sehingga terjadi kekurangan anggaran belanja atau defisit.

Guna mengantisipasi agar dampak pandemi Covid-19 tidak makin meluas, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan sejumlah langkah penanganan secara berkelanjutan. Berdasarkan data dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Arief Rachadiono Wismansyah ini telah melaksanakan berbagai upaya dan membuat sejumlah program, supaya masyarakat terbebas dari dampak negatif pandemi Covid-19 sekaligus memutus mata rantai penyebaran penyakit menular itu.

Langkah-langkah penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tangerang mulai dari menyosialisasikan tentang Covid-19 dan cara pencegahannya, melakukan pembelajaran jarak jauh dengan portal guru pemecah rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), melakukan penyemprotan disinfektan, membuat pasar online, membentuk kampung siaga corona, membentuk lumbung warga, melakukan rapid/ polymerase chain reaction test gratis untuk masyarakat, membuat imbauan untuk pelaku usaha dan pengelola rumah ibadah terkait pembentukan Satgas Siaga Corona, membuat situs web untuk informasi penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang, serta charity campaign lewat Tangerang Bersedekah.

Kemudian, membuat aplikasi Sidata untuk membantu pendataan warga yang terkena dampak Covid-19, membuat aplikasi Self Asessment Covid-19, membentuk Gugus Tugas Covid-19, melaksanakan work from home (WFH), melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), melaksanakan pembatasan sosial berskala besar lokal rukun warga (PSBBL-RW), meluncurkan aplikasi Aman Bersama yang diperuntukkan bagi pengunjung/pengelola mal/pusat perbelanjaan/restoran rumah makan/kafe, melakukan Operasi Aman Bersama oleh seluruh pegawai Pemkot Tangerang di 104 kelurahan, hingga membangun internet gratis untuk pelajar dan masyarakat melalui RW Net.

Tidak hanya itu. Pemkot Tangerang memberikan bantuan pada 1.014 rukun warga berupa 507 ton beras untuk lumbung warga. Selanjutnya, memberikan bantuan sosial untuk warga yang terkena dampak Covid-19 sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga.

“Kita juga memberikan bantuan modal kepada masyarakat yang ingin membuka usaha melalui program Tangerang Bisa dan pinjaman tanpa bunga melalui program Tangerang Emas,” kata Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mulyani kepada Indolinear.com dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Pinjaman Tanpa Bunga Hingga Pelatihan Kerja

Mantan Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang ini menjelaskan, program Tangerang Bisa dan Tangerang Emas bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat. Tangerang Bisa diperuntukkan bagi yang terkena dampak Covid 19 dan mau membuka usaha, di mana akan diberikan bantuan modal sebesar Rp500 ribu. Lalu, Tangerang Emas diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejauh ini, kata Mulyani, sebanyak 11.625 orang mengajukan bantuan modal dan sudah terealisasi kepada 5.595 orang. Adapun pinjaman tanpa bunga telah terealisasi terhadap 41 orang dan 97 orang masih proses. Kendati banyak program terealisasi, namun Pemkot Tangerang tidak berbangga begitu saja, tetapi justru membuat program di bidang perpajakan yaitu keringanan pembayaran pajak daerah berupa pemberian insentif, pembebasan, pengurangan, jatuh tempo dan penghapusan sanksi denda, serta penundaan pembayaran.

“Kebijakan tersebut diberikan kepada para pengusaha hotel non bintang, losmen, kos-kosan, tempat hiburan, dan juga masyarakat umum yang akan melakukan pembayaran PBB-P2 (pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan) dan BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan),” ujar Mulyani.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat secara cuma-cuma atau gratis. Rencananya, pada 10 November 2020 mendatang akan diluncurkan program Balai Latihan Kerja (BLK) di 104 kelurahan, untuk membekali warga yang terkena dampak Covid-19 dengan keahlian tertentu. Tujuannya, peserta diharapkan bisa membuka usaha sendiri atau menjadi karyawan dengan mengandalkan keahlian yang didapat melalui BLK tersebut. Dengan kata lain, Pemkot Tangerang akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil.

Mulyani menyebutkan, selama pandemi Covid-19 ini, masyarakat Kota Tangerang tidak hanya merasakan manfaat berbagai program pemerintah daerah, namun ada beberapa program pemerintah pusat. Antara lain penyaluran bantuan sembako kepada 90.583 warga Kota Tangerang yang terkena dampak Covid-19. Selain bantuan sosial, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan kepada para pelaku UMKM melalui program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta tiap penerima manfaat. Sebanyak 93.597 pelaku UMKM di Kota Tangerang sudah terdata dalam program tersebut pada tahap pertama, sedangkan pada tahap kedua ada 31.394 pelaku UMKM yang mendaftar.

“Khusus untuk BPUM, kita belum tahu berapa yang terealisasi, karena itu pemerintah pusat yang menentukan,” ucap dia.

Perlu Kerja Sama Semua Unsur

Di sisi lain, kerja sama dan kolaborasi dari semua unsur menjadi kunci dalam upaya bangkit dari pandemi Covid-19. Menurut Mulyani, masyarakat harus bisa menyesuaikan diri dengan penerapan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu, karena segencar apapun sosialisasi yang dilakukan kalau tanpa dukungan masyarakat akan menjadi percuma.

“Setelah mereka bisa lebih aware terhadap penerapan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru, tentunya akan sangat mudah bagi kita untuk bersama-sama bangkit, baik dari sisi ekonomi dan juga kesehatan. Kita tidak bakalan bisa bangkit dari pandemi Covid-19 ini jika kita sendiri masih acuh terhadap penerapan protokol kesehatan,” tegas dia.

Upaya Pemkot Tangerang dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 sudah sangat optimal. Demikian dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Uis Adi Dermawan. Menurut dia, selama ini semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangerang dikerahkan untuk melakukan bina wilayah, razia masker di wilayah RT/RW, dan lain lain.

“Hal ini guna ketepatan dalam penyampaian program pemkot, baik dalam pencegahan, pengobatan pasien, dan pemberian bantuan. Selama pandemi, kami KNPI membentuk Satgas Pemuda Penanggulangan Covid-19 bersama Dispora, Satpol PP, Pramuka, Paskibraka, dan melibatkan OKP yang berhimpun di KNPI,” kata Uis melalui pesan WhatsApp.

Kegiatan KNPI, lanjut dia, di antaranya sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan cara keliling konvoi kendaraan bermotor untuk mengimbau  masyarakat agar tidak berkerumun, tidak keluar rumah, dan tetap mematuhi protokol kesehatan apabila keluar dari rumah karena ada urusan penting. Kepada para pengusaha diimbau supaya patuh pada aturan jam operasional, menata agar tempat duduk tidak berdekatan, serta memastikan ketersediaan tempat mencuci tangan dan pengecek suhu tubuh.

“Sosialisasi juga kami lakukan melalui media sosial. Kami juga memberikan bantuan berupa 3 ton beras, 200 sabun cuci tangan, 600 masker, 7.000 butir vitamin, dan ratusan paket sembako lainnya,” ucap Uis.

Dia menilai, sinergisitas KNPI dengan Pemkot Tangerang dalam pencegahan penyebaran Covid-19 cukup baik. KNPI selalu dilibatkan di tiap agenda kegiatan, salah satunya dengan mendampingi pihak kelurahan dan kecamatan dalam melakukan pendataan yang layak mendapat bantuan Covid-19. Mengenai langkah tepat agar wabah Covid-19 segera usai, menurut Uis, terletak pada kepatuhan masyarakat tanpa terkecuali.

“Covid tidak akan hilang kalau masyarakatnya masih tidak mematuhi protokol kesehatan. Kami tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat dan mohon bersabar serta berdoa agar kita semua diberi keselamatan. Setiap pagi kami mengikuti doa dan istigasah yang digelar pemkot secara virtual, semoga Covid segera berakhir,” pungkas dia. (srh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: