Pemkot Bogor Tegur Pengembang Tol Bocimi

Minggu, 25 Oktober 2015
Bogor | Uploader Arif
loading...

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor meminta kepada MNC Group selaku pengembang Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) untuk tidak menghentikan proses belajar mengajar siswa yang sedang bersekolah di SDN Bojongkerta, sebelum pembangunan relokasi itu rampung.

Hal itu akibat imbas pembangunan Tol Bocimi yang membuat SDN Bojongkerta harus digusur. Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menjelaskan, proses pembangunan relokasi SDN Bojongkerta sedang berjalan. Diharapkan segera rampung tahun ini.

“Alhamdulillah sudah hampir jadi, tinggal merapikan dua bangunan sekolah dasar dan puskesmas,” ujarnya kepada Radar Bogor belum lama ini.

Sebelum proses ruilslag (tugar guling) antara pemkot dengan Kementerian PU dan MNC Group dilakukan, awalnya proses relokasi bangunan gedung itu akan diganti dengan pembayaran kepada Pemkot Bogor. Tetapi, wacana itu akhirnya ditolak, berganti dengan proses ruilslag.

“Saya selaku pengelola aset di Kota Bogor tidak menerima uang, tetapi saya minta penggantinya dengan barang. Akhirnya ruilslag itu dilakukan dengan proses lelang di pusat,” tuturnya.

Alasannya, jika digantikan dengan uang, secara otomatis akan masuk ke kas daerah. Jika demikian, menurut Ade, proses relokasi akan sulit dilakukan lantaran perlu pembahasan lagi di APBD dan akan memakan waktu yang panjang.

“Karena alasan itu, akhirnya kami meminta ke Kementerian PU untuk diruilslag saja,” bebernya.

Menurut Ade, tidak ada masalah berarti dalam proses tukar guling tersebut. Dia optimis, semua proses yang dilakukan pusat akan menghasilkan produk yang baik.

“Saya berharap ada manfaat yang lebih untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan sebagai pelayanan dasar,” tukasnya.

Ade berharap akhir tahun ini pembangunan Tol Bocimi sudah tuntas. Sehingga di akhir tahun, proses pembangunan sudah bisa dilakukan dengan baik. Sementara itu, Pelaksana Kerja PT Telaga Sari Agung, Sudirman HR menjelaskan, proses pembangunan relokasi sekolah dan puskesmas pembantu dipastikan tuntas akhir November ini.

“Untuk infrastruktur, kita berjuang untuk menambahkan fasilitas. Awalnya tidak termasuk, tetapi dengan penuh perjuangan saya meminta bantuan akhirnya dapat memenuhi sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Sebelumnya, agar Tol Bocimi dapat dibangun, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkerta terpaksa ‘dikorbankan’. Meski belum diketahui detailnya, lahan SDN Bojongkerta tersebut akan dibuat salah satu struktur bangunan jalan tol. Gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) Bojongkerta juga bernasib sama.

(radarbogor/ded/c)

Sumber : Pojoksatu.id