Pemkot Bogor Kucurkan Anggaran Insentif di HJB ke 538

FOTO: kotabogor.go.id/indolinear.com
Minggu, 14 Juni 2020
Bogor | Uploader puspita
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 dengan cara sederhana namun penuh bermakna.

Mengusung tema ‘Solidaritas HJB 538’ hajat tahunan jutaan warga Bogor ini digelar serentak di 68 kelurahan alias tanpa kerumunan, mengingat perayaan dilakukan di tengah pandemi virus Corona.

Seluruh kelurahan saling terhubung melalui video conference yang kemudian disiarkan secara live di YouTube Pemkot Bogor. Sehingga warga tetap bisa menyaksikan perayaan HJB di rumah masing-masing.

Sesuai temanya Pemkot Bogor memfokuskan anggaran untuk pemberian insentif guru ngaji, Jaga Asa atau Keluarga Asuh dan insentif RW Siaga Corona.

“Hari ini kami serahkan secara simbolis penyerahan insentif guru ngaji, Jaga Asa dan insentif RW Siaga Corona,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat usai penyerahan insentif di Kelurahan Empang, Rabu (3/6/2020).

Ade mengatakan, pemberian insentif guru ngaji sudah menjadi program Pemkot Bogor yang diberikan setiap enam bulan sekali. Untuk program Jaga Asa baru diluncurkan Mei lalu dan setiap keluarga menerima Rp 1 Juta untuk dua bulan. Sementara insentif RW Siaga Corona sebesar Rp 500 ribu dari anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Insentif RW Siaga Corona sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi. Selain uang kami serahkan masker dan spanduk,” imbuhnya.

Di momentum HJB ke-538 ini juga, Ade menaruh harapan, di tengah situasi sulit pandemi virus Corona tetap menguatkan mimpi dan harapan agar cita-cita Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga bisa terwujud dan semoga pandemi virus Corona segera berakhir.

“Kita pupuk terus kebersamaan, sinergi dengan semua unsur agar tetap kuat,” katanya.

Di tempat yang sama, Lurah Empang Harry Cahyadi mengatakan, pada HJB ke-538 ini semua kelurahan melaksanakan HJB sesederhana mungkin dan tak lepas dari swadaya masyarakat serta dukungan Dinas Terkait. Mulai dari Tari Jaipong yang di support Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan intensif RW Siaga Corona dari anggaran Dinas Dinkes Kota Bogor.

“Uang insentif sebesar Rp 500 ribu akan digunakan untuk membeli desinfektan, hand sanitizer, APD dan Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) untuk para relawan,” jelasnya dilansir dari kotabogor.go.id.

Ia menuturkan, di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ini Kelurahan Empang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan sampai mengendorkan protokol kesehatan. Sebut saja, memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“PSBB tahap ke empat ini memang kurva sudah melandai tapi kami terus tekanan ke masyarakat tetap terapkan protokol kesehatan,” katanya.(pit)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: