Pemkot Bekasi Mempersiapkan Vaksinasi Covid-19 Untuk ODGJ Karena Keterbatasan Komunikasi

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 7 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi saat ini sedang mempersiapkan vaksinasi yang ditargetkan bagi orang dengan ganguan jiwa (ODGJ).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati menjelaskan stok vial vaksin telah disediakan pihaknya.

“Kalau vaksinnya sudah tersedia, artinya vaksin yang ada sekarang pun bisa digunakan ke ODGJ, bukan vaksin khusus kalau yang ODGJ itu, sama aja vaksinnya,” kata Dezy saat dikonfirmasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (06/06/2021).

Hanya saja, prosedur vaksinasi masih dirancang lantaran ODGJ memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Cuma masalah pelaksanaannya, karena ODGJ itu kan kondisinya khusus, kalau kondisi khusus berarti kan kita harus kelola pelaksanaannya,” ujarnya.

Pihaknya saat ini masih menunggu data dari beberapa rumah sakit jiwa ihwal jumlah ODGJ yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Begitu pula mengenai lokasi vaksinasi yang hingga kini belum ditentukan.

“Kebetulan kami sedang mengumpulkan data berapa ODGJ yang memenuhi syarat. Kemudian kita juga lagi merencanakan, kalau kemarin pas pencanangan enak di rumah sakit jiwa, kalau kita di Kota Bekasi masih melihat, kita kumpulin, lokasi mana yang kita gunakan karena kan kondisinya khusus ODGJ itu,” ucap Dezy.

Sejumlah individu mantan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) jalani vaksinasi covid-19 di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang pada Jumat, 4 Juni 2021.

Tenaga Harian Lepas (THL) Non-medis Dinsos Kota Tangerang, Muhamad Rois mengatakan pihaknya menargetkan belasan OGDJ dalam kegiatan vaksinasi covid-19.

Hal tersebut dilakukan dalam upaya seksama pihaknya bersama masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan infeksi covid-19.

“Jadi target 12 orang, tapi yang memenuhi syarat 10 orang. Mereka eks ODGJ yang ada di Rumah Perlindungan Sosial di Kantor Dinsos,” ujar Rois kepada awak media, Kota Tangerang.

Rois menuturkan penyuntikan dosis vaksin covid-19 hanya dapat dilakukan pada 10 mantan OGDJ.

Pasalnya, dua orang diantaranya tak dapat dilakukan penyuntikan vaksin covid-19 akibat tak lolos dalam persyaratan kesehatannya.

“Satu orang karena asma, satu orang karena punya luka yang masih basah,” ungkapanya.

Ia pun menjelaskan tak menutup kemungkinan dua orang tersebut dapat mengikuti penyuntikan vaksinasi covid-19 pada kesempatan berikutny dengan syarat kondisi kesehatan yang membaik.

Sebab, pelaksanaan vaksinasi covid-19tersebut baru berlangsung untuk dosis pertama dan akan berlanjut pada dosis kedua.

“Ini penyuntikan dosis pertama. Nanti, dosis keduanya, itu kami masih nunggu jadwal dari Dinkesnya,” pungkasnya. (Uli)