Pemkot Bekasi Membatasi Jam Buka Tempat Usaha, Restoran Boleh Dine In

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 19 September 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membatasi jam operasional sejumlah tempat usaha dan hiburan malam. Kebijakan ini dalam rangka untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran nomor 556/1211-Set.COVID-19. Sejumlah tempat hiburan malam dikenai aturan pembatasan jam operasional.

“Klab malam mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Kafe mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB,” demikian bunyi poin B1 surat edaran Wali Kota Bekasi yang diberikan oleh Kabag Humas Pemkot Bekasi Sayekti Rubiah, dilansir dari Detik.com (18/09/2020).

Selain itu, bar, karaoke, dan pub dibatasi hingga pukul 23.00 WIB. Jam operasional tempat biliar hingga pukul 22.00 WIB dan panti pijat serta spa boleh buka hingga pukul 21.00 WIB.

Dalam surat edaran tersebut, juga dijelaskan restoran diizinkan melayani pengunjung yang hendak makan di tempat (dine in).

“Penanggung jawab restoran atau rumah makan atau usaha sejenis diperbolehkan makan di tempat (dine in),” bunyi poin 1A.

Restoran dan warung makan hanya boleh melayani dine in hingga pukul 21.00 WIB. Namun, kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen, seluruh karyawan wajib menggunakan masker, serta pengelola usaha harus menyediakan tempat cuci tangan dan fasilitas pengukur suhu tubuh.

Berikut ini poin-poin syarat ketat protokol kesehatan serta pembatasan jam operasional tempat usaha di Bekasi:

  1. Standar protokol kesehatan
  2. Terhadap kegiatan operasional penyediaan makanan dan minuman, penanggung jawab restoran /rumah makan/usaha sejenis diperbolehkan makan di tempat (Dine in):
  3. Melakukan rapid test bagi karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung secara berkala
  4. Menerapkan physical distancing minimal 1,2 meter pada jarak antrian berdiri maupun duduk antar pelanggan lainnya
  5. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan
  6. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun antibakteri bagi pelanggan dan pegawai yang mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha
  7. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian makanan serta pelindung wajah sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja
  8. Melakukan pengecekan suhu tubuh bagi seluruh pekerja sebelum memulai bekerja dan pengunjung di pintu masuk dengan ketentuan suhu <37,3°C
  9. Kapasitas pengunjung tidak lebih dari 50% dari kapasitas normal
  10. Mengharuskan bagi karyawan dan pengunjung untuk menggunakan masker
  11. Apabila ada karyawan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas tidak diperbolehkan untuk masuk kerja dan perlu melakukan pemeriksaan kesehatan
  12. Terhadap penyedia kegiatan hiburan dan rekreasi diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan sebagai berikut:
  13. Melakukan rapid tes bagi karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung secara berkala
  14. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai, hand sanitizer yang mudah diakses oleh pekerja dan konsumen / pelaku usaha
  15. Sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencantumkan tulisan / gambar di tempat yang mudah dilihat sebagai media pengingat bagi karyawan dan pengunjung
  16. Kapasitas pengunjung tidak lebih dari 50% dari kapasitas normal
  17. Disinfeksi seluruh fasilitas umum sesaat sebelum beroperasional
  18. Pembersihan secara berkala pada area yang sering disentuh publik setiap 4 jam sekali
  19. Mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker dan menerapkan physical distancing >1.2 meter
  20. Memindai suhu tubuh pekerja sebelum mulai bekerja serta suhu tubuh pengunjung secara sopan di pintu masuk dengan ketentuan suhu <37.3°C
  21. Apabila ada karyawan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas tidak diperbolehkan untuk masuk kerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan
  22. Pelaku usaha klab malam/musik hidup/pub, karaoke, panti pijat, spa/panti mandi uap/sauna, refleksi keluarga dan salon kecantikan diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi Protokol kesehatan sebagai berikut:
  23. Melakukan rapid tes bagi karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung secara berkala
  24. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan hand sanitizer yang mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha
  25. Sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencantumkan tulisan/gambar di tempat yang mudah dilihat sebagai media pengingat bagi karyawan dan pengunjung
  26. Kapasitas pengunjung tidak lebih dari 50% dari kapasitas normal
  27. Disinfeksi seluruh fasilitas umum sesaat sebelum beroperasional
  28. Pembersihan secara berkala pada area yang sering disentuh publik setiap 4 jam sekali
  29. Mewajibkan pekerja dan pengunjung menggunakan masker dan menerapkan physical distancing >1.2 meter
  30. Memindai suhu tubuh pekerja sebelum mulai bekerja serta suhu tubuh pengunjung secara sopan di pintu masuk <37.3°C
  31. Apabila ada karyawan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas tidak diperbolehkan untuk masuk bekerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan
  32. Jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan sebagai berikut:
  33. Memperhatikan informasi terkini serta imbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya. Informasi tersebut berkala dapat diakses pada laman https://infeksiemerging.kemkes.go.id, www.covid19.go.id, dan kebijakan pemerintah daerah setempat
  34. Melakukan rapid tes bagi karyawan yang melakukan kontak langsung dengan pengunjung secara berkala
  35. Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan sabun antibakteri dan hand sanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses pelanggan/pengunjung
  36. Mewajibkan setiap orang yang akan masuk untuk mencuci tangan pakai sabun antibakteri dengan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer
  37. Pastikan pekerja memahami COVID-19 dan cara pencegahannya
  38. Larangan masuk bagi pekerja/ pengunjung/ pelanggan yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan atau sesak nafas atau memiliki riwayat kontak dengan orang terkena COVID-19.
  39. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja atau pelanggan/pengunjung dengan suhu <37.3°C (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit) tidak diperkenankan masuk.
  40. Mewajibkan semua pekerja mengenakan alat pelindung diri terutama masker, pelindung wajah (face shield) atau pelindung mata (eye protection) dan celemek selama bekerja.
  41. Menyediakan peralatan yang akan digunakan oleh pelanggan agar tidak ada peralatan yang digunakan secara bersama oleh para pelanggan seperti handuk, celemek, alat potong rambut, dan lain sebagainya. Peralatan dan bahan dapat dicuci dengan detergen atau disterilkan dengan disinfektan terlebih dahulu.
  42. Menjaga kualitas udara di tempat usaha atau di tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk serta dengan pembersihan filter AC.
  43. Mengupayakan pembayaran secara non tunai (cashless) dengan memperhatikan disinfeksi untuk mesin pembayaran. Jika harus bertransaksi dengan uang tunai, cuci pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer setelahnya.
  44. Memastikan seluruh lingkungan jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya dan peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih dengan melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala sebelum dan sesudah digunakan.
  45. Melakukan pembersihan dan disinfeksi (paling sedikit tiga kali sehari) pada area dan peralatan terutama pada permukaan meja, kursi, pegangan pintu, dan peralatan lain yang sering disentuh.
  46. Menerapkan jaga jarak dengan berbagai cara seperti:

-Mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada saat antre masuk dan membayar di kasir dengan memberikan tanda di lantai. Bila memungkinkan ada pembatas pelanggan/pengunjung dengan kasir berupa dinding plastik atau kaca.

-Pengaturan jarak antar kursi salon/cukur dan lain sebagainya minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan atau pemasangan partisi kaca/mika/plastik.

  1. Untuk usaha pariwisata hotel, pemilik gedung pertemuan, jasa penyelenggara even/pertemuan, kolam renang, lokasi daya tarik wisata, jasa ekonomi kreatif untuk protokol kesehatan masih mengikuti surat edaran yang lama selama belum ada perubahan.
  2. WAKTU OPERASIONAL
  3. Waktu operasional untuk kategori hiburan umum:
  4. Klab malam mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  5. Kafe mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  6. Bar mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  7. Karaoke mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  8. Musik hidup mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  9. Pub mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
  10. Biliar mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB
  11. Panti Pijat/refleksi/spa mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB
  12. Area permainan anak/gelanggang permainan mekanik mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB.
  13. Untuk rumah makan dine in/makan ditempat diperbolehkan hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB, di atas jam tersebut hanya diperbolehkan untuk take away.
  14. Untuk jasa penyelenggara acara/MICE/gedung pertemuan diperbolehkan menyelenggarakan acara pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
  15. Untuk gelanggang olahraga/pusat kebugaran diperbolehkan menyelenggarakan acara pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Apabila ketentuan tersebut di atas tidak dipatuhi/dilanggar maka akan dikenakan sanksi dengan ketentuan yang berlaku oleh Tim Penegakan Perda.

Seluruh informasi terkait COVID-19 di Kota Bekasi dapat mengakses corona.bekasikota.go.id, public safety center 119, call center Bekasi 1500444. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: