Pemkab Tangerang Ucapkan Terima Kasih ke Wajib Pajak PBB dan BPHTB

FOTO : Eksklusif Bapenda Kabupaten Tangerang for Indolinear.com
Jumat, 18 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Meski perekonomian masyarakat sedang terkena dampak pandemi Covid-19, namun ketaatan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) di Kabupaten Tangerang terus meningkat.

Terbukti, masyarakat pembayar PBB dan melakukan transaksi BPHTB di tengah pandemi masih menunjukkan tren positif. Di mana, pada 2020 ini perolehan PBB mencapai Rp437 miliar dari target Rp380 miliar dan perolehan BPHTB mencapai Rp694 miliar dari target Rp607 miliar. Dengan kata lain, realisasi PBB sebesar 115 persen dan BPHTB sebesar 114,3 persen.

“Alhamdulillah. Terima kasih kepada wajib pajak PBB dan BPHTB yang tidak poho (lupa) bayar PBB dan telah jujur bayar BPHTB, jajaran Bapenda Kabupaten Tangerang dan aparatur kecamatan, desa dan kelurahan, serta PPAT dan pejabat lelang,” ucap Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kamis (17/12/2020).

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 sudah masuk di Kabupaten Tangerang sejak awal April 2020. Pelayanan pada sektor PBB dan BPHTB pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, serta pola pelayanan tatap muka diubah menjadi pelayanan via online.

“Kita harus tetap bertahan di tengah pandemi, selain untuk menggali potensi pajak juga membiayai keuangan daerah dan masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Zaki.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja. Menurut dia, pandemi telah mengubah keadaan perekonomian masyarakat. Kendati demikian, Bapenda Kabupaten Tangerang terus berupaya dalam mendapatkan pundi-pundi pajak, guna menyejahterakan masyarakat, membiayai kesehatan, infrastruktur, hingga stabilitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Menjemput bola melalui pelayanan PBB Keliling ke setiap desa dan kelurahan, masyarakat diberi kemudahan pembayaran melalui e-commerce, Indomaret, dan Alfamart, hingga memberikan insentif pajak,” ujar Soma.Alhasil target yang diberikan kepada Bapenda Kabupaten Tangerang terlampaui. Pajak yang dipungut, menurut dia, semata-mata bermuara untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang. Melalui infrastruktur misalnya, baik jalan kecamatan, jalan desa, dan jalan lingkungan, dalam kondisi baik.

“Pembangunan nyata dilakukan, jalan, jembatan, RSUD, gedung sekolah, hingga membangun 1.000 rumah kumuh melalui Gebrak Pakumis,” tutur Soma.

Sementara itu, Kabid PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Tangerang Dwi Chandra Budiman mengatakan, strategi dalam meningkatkan pendapatan daerah di saat pandemi Covid-19 dilakukan melalui program  Gebyar Agustus, September Bangkit, serta  Oktober Gemilang. Pada program-program tersebut diberikan insentif pembebasan denda untuk wajib pajak PBB P2, pembebasan buku golongan 1 untuk wajib pajak PBB P2, diskon maksimal 30 persen berbasis pengajuan dengan kriteria-kriteria tertentu untuk wajib pajak PBB P2, penundaan jatuh tempo hingga 31 Oktober 2020 untuk PBB P2, serta diskon tarif dari 5 persen sampai dengan 10 persen untuk wajib pajak PBB P2 dan BPHTB.

“Selama program berjalan, kita telah memberikan insentif kepada wajib pajak sebesar Rp47 miliar untuk rakyat,” ucap Dwi.

Dia menyebut, strategi 4K terus diterapkan guna membangun kepercayaan kepada masyarakat agar terus mengingatkan kewajiban membayar pajak. 4K merupakan kemudahan dalam hal melakukan pelayanan perpajakan dan pembayaran, antara lain wajib pajak dapat langsung membayar kewajiban perpajakan lewat Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Bank BJB. Jadi, tidak ada lagi metode penitipan kepada petugas.(ADV)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: