Pemkab Tangerang Cairkan Bantuan Permodalan Covid

FOTO: Eksklusif Bappeda Kabupaten Tangerang for indolinear.com
Senin, 14 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan permodalan tahap pertama kepada 1.826 warga terdampak pandemi Covid-19. Bantuan ini merupakan bagian dari program Pemulihan Dampak Ekonomi (PDE) akibat Corona tahun 2020.

Pencairan bantuan dilakukan secara serentak di enam lokasi dengan memberlakukan Protokol Kesehatan yang ketat. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turut memantau jalannya pendistribusian dan pencairan bantuan di GOR Kecamatan Curug, Sabtu (12/12). Dalam kesempatan itu, Sekda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada lima perwakilan warga penerima.

Selain Sekda, hadir Kabid Perencanaan Ekonomi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Samsul Romli, Sekcam Curug  Rizki Rizani Fachzi, tim verifikasi dari sejumlah OPD, tim monitoring dan perwakilan dari Bank Jabar Banten.

Kepada wartawan Sekda mengatakan, Pemkab Tangerang terus berupaya menanggulangi dampak ekonomi yang menimpa warganya dengan menyiapkan berbagai program bantuan. Salah satunya adalah bantuan permodalan  melalui program PDE. Bantuan permodalan ini, tambah lelaki yang akrab disapa Rudi, membuktikan pemerintah daerah hadir untuk membantu masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.

Untuk tahun 2020, tambah Sekda, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan dana Rp 341 miliar untuk  kebutuhan penaganggulangan Covid. Baik itu penangan dampak kesehatan, sosial dan dampak ekonomi. Dari anggaran itu, sebanyak 400.000 kepala Keluarga sudah terbantu dengan berbagai jenis kegiatan.

Sedangkan untuk penanggulanagan dampak ekonomi, telah disiapkan dana Rp 50 miliar, dimana didalamnya adalah bantuan permodalan bagi wirausaha baru dan korban PHK sebesar Rp 30 miliar.

“Adanya program ini membuktikan Pemkab Tangerang hadir di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak pandemi Corona,” katanya.

Dia meminta warga penerima bantuan, dapat memulai usaha baru atau menambah modal usaha yang telah diritis. Harapannya, dengan tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru ini, akan mampu memperkecil dampak kesulitan ekonomi akibat pandemi yang kini banyak dihadapi oleh warga.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengatakan, pencairan bantuan permodalan ini dilakukan serentak di enam lokasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan serta menerapkan Protokol Kesehatan.

Taufik memaparkan, Pemkab Tangerang pada Gelombang Ke Dua telah menerima 13.864 Pengajuan pemohon bantuan yang masuk lewat aplikasi Sistem Informasi Bantuan Masyarakat (Sibamas). Dari jumlah itu, Nantinya akan di verifikasi oleh Tim Seleksi Kelengkapan data .

Pemberian bantuan ini sendiri diberikan dalam dua tahap. untuk tahap pertama diberikan kepada 1.826Penerima Bantuan, dan tahap kedua diberikan menunggu Proses verifikasi data Pemohon dan Penetapan Bupati Tangerang.

“Ke 1.826 penerima yang saat ini menerima pencairan mudah mudahan dapat membantu Masyarakat yang Usaha Mikro yang terdampak Covid 19 dan Terhadap Korban PHK untuk Wira Usaha Baru, serta dapat digunakan  untuk Modal Usaha” katanya.

Taufik emil menjelaskan, program bantuan permodalan ini akan dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dengan mekanisme bantuan sebesar Rp 2 sampai Rp 5 juta per orang. Ini untuk meningkatkan usaha mikro dan juga untuk menumbuhkan wirausaha baru dari tenaga kerja yang di PHK.

Taufik berharap, program Sibamas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengajukan permohonan bantuan permodalan. Dia berharap, lewat bantuan permodalan perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang bisa kembali bangkit.

“Dengan adanya skema ini diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam memanfaatkan skema bantuan ini dalam upaya memulihkan dampak ekonomi di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Abdul Rachman, salah satu penerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan Pemkab Tangerang ini sangat bermanfaat. Dia menuturkan, bantuan ini akan dia gunakan untuk modal awal guna memulai usahanya setelah dirinya terkena PHK.

“Saya akan membuka konveksi utuk usaha pembuatan masker,” katanya.

Senada dikatakan Siti Amanah, warga Curug, yang juga menerima bantuan. Dia menuturkan, bantuan yang didapatnya ini akan digunakan untuk tambahan modal bagi usaha berdagang mie instan yang sudah dia jalanan sejak pandemi Covid-19 melanda.(sdh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: