Pemkab Bekasi Petakan Skala Prioritas Perbaikan Daerah Rawan Banjir

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 2 September 2021
loading...

Indolinear.com, Cikarang –Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menjelaskan terdapat 120 titik rawan di Kabupaten Bekasi yang menjadi langganan banjir. Pihaknya pun kini tengah melalukan pemetaan untuk skala prioritas yang perbaikannya dimulai dari lokasi terparah.

Hal itu dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir sebelum memasuki musim penghujan. Pemetaan tersebut diharapkan bisa segera direalisasikan setelah menentukan lokasj mana yang dinilai terparah saat terdampak banjir.

“Ada sekitar 120 titik rawan banjir di Kabupaten Bekasi. Kita akan urutkan mulai dari nomor satu yang paling prioritas dan seterusnya agar segera cepat ditangani,” kata Ramdan saat dikonfirmasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (01/09/2021).

Selain itu, perbaikan tanggul-tanggul yang rawan jebol juga menjadi prioritas penanganan banjir, tetutama tanggul di sepanjang aliran Sungai Citarum yang sempat menyebabkan banjir besar di kawasan Kecamatan Kedungwaringin dan Pebayuran.

Ramdan tak ingin warga tersebut kembali terdampak banjir lagi di tahun ini lantaran butuh waktu berhari-hari hingga kawasan tersebut surut

“Saat ini kita sedang prioritaskan yang paling urgensi, yaitu mengenai pebaikan tanggul-tanggul yang jebol, khususnya tanggul Sungai Citarum. Jangan sampai tahun ini jebol lagi,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan jangka panjang, penanganan banjir juga dilakukan dengan cara membangun bendung yang dinilai menjadi solusi utama penuntasan masalah banjir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Anang Muchlis mengatakan pihaknya merencanakan pembangunan pada anggaran di tahun 2022. Prosesnya sendiri saat ini sudah dalam tahap lelang dan pengerjaannya dilakukan setelah pemenangnya ditentukan.

“Kami sediakan dua paket untuk para tender yang mengikuti lelang,” katanya.

Setelah pemenang ditentukan, pihaknya akan segera memberikan informasi kepada Pemkab Bekasi untuk berkoordinasi mengenai pengerjaan proyeknya. (Uli)