Pemkab Bekasi Menyiagakan 23 Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 26 Januari 2021
loading...

Indolinear.com.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi membangun 23 posko tanggap darurat bencana banjir.

Posko banjir itu tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan, 23 posko itu sebagai lokasi pusat pengendalian informasi dan operasi saat terjadi bencana banjir.

“Jadi semua sudah dipersiapkan, logistik, peralatan dan personel yang bersiaga,” kata Henri Lincoln, dilasir dari Wartakota.tribunnews.com (25/01/2021).

Dia menjelaskan, jumlah perahu karet yang disiagakan saat ini sebanyak 24 unit.

Setiap kecamatan akan menyediakan perahu karet sesuai kebutuhan dan situasi di wilayahnya.

Selain perahu karet, pihaknya telah  menyiapkan logistik makanan, peralatan evakuasi, mesin pompa dan personel dalam menghadapi potensi bencana banjir di Kabupaten Bekasi.

“Kami juga telah menyiagakan 45 personel, tentu bersama aparat TNI dan Polri akan menjalankan tugas saat terjadi bencana,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi rawan banjir di Kabupaten Bekasi tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, dia meminta warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami meminta masyarakat untuk waspada, khususnya yang tinggal di wilayah langganan banjir seperti di Tambun, Cibitung, dan Babelan, karena curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini cukup tinggi,” kata dia.

Dia juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sehingga dapat membuat saluran air tersendat.

“Pemkab Bekasi tahun kemarin sudah berupaya melakukan normalisasi sungai dan saluran untuk menekan risiko terjadinya banjir,” kata Henri Lincoln.

Kali Jambe dibersihkan

Sementara itu, ketika terjadi hujan deras sepanjang Minggu (24/1/2021) pagi, banyak wilayah di Kabupaten Bekasi diterjang banjir.

Namun, wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, justru tidak banjir, meskipun hujan deras.

Camat Tambun Selatan, Junaefi mengaku bersyukur karena wilayahnya aman dari banjir.

Menurutnya, untuk mencegah banjir, berbagai antipasi sudah dilakukan di Tambun Selatan.

“Iya alhamdulillah, hujan kemarin tidak ada laporan banjir di Tambun Selatan,” kata Junaefi, Senin (25/1/2021).

Junaefi menjelaskan, upaya antisipasi banjir telah dilakukannya sejak sebelum musim hujan tiba.

Seperti melakukan normalisasi sejumlah sungai dan saluran air di area permukiman warga.

Warga Tambun Selatan juga melakukan kerja bakti di setiap desa. Setiap akhir pekan, selalu melakukan pembersihan saluran.

“Jadi saya sudah perintahkan kepada kepala desa dan lurah agar rutin melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan dan saluran,” tutur dia.

Misalnya, normalisasi kali dan pembersihan tumpukan sampah dilakukan di Kali Jambe sebagai antisipasi banjir.

Pada anggaran perubahan 2020 juga dilakukan pengerjaan pengerukan sedimentasi lumpur di gorong-gorong dan saluran air permukiman warga di Kelurahan Jatimulya.

“Terus kan kita tiap kali ada tumpukan sampah di Kali Jambe ini langsung kita bersihkan kita angkut. Karena itu kan jadi penyebab utama banjir tersumbat sampah,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk tahun ini juga pihaknya telah mengusulkan dilakukan normalisasi Kali Jambe di sejumlah titik.

Pasalnya, sedimentasi di Kali Jambe sudah tinggi. Harapannya, jika dilakukan pengerukan lumpur, maka Kali Jambe dapat menampung debit air lebih banyak lagi.

“Kami juga lagi usulkan untuk pembuatan sumur serapan di sejumlah lokasi yang kerap tergenang air,” tutur dia.

Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan kali.

“Semoga upaya- upaya itu, ditambah peran serta masyarakat menjaga lingkungan dapat mencegah terjadinya banjir,” ujarnya. (Uli)