Pemkab Bekasi Berjibaku Atasi Penderita Stunting Untuk Mencapai Target

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 29 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan penurunan angka stunting sebesar enam persen hingga 2022.

Stunting adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan penurunan angka enam persen stunting itu berdasarkan rencana pembangungan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022.

Angka penurunan stunting di Kabupaten Bekasi masih terbilang kecil.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi bagi Kabupaten Bekasi ke depannya.

“Dengan adanya penilaian ini, dinas-dinas bisa mengetahui mana yang masih kurang baik, mana yang harus diperbaiki, dan program lintas sektornya, agar ke depannya stunting di Kabupaten Bekasi menurun,” tambahnya, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (28/08/2021).

Ia mengatakan masih ada beberapa data yang kurang lengkap dalam penilaian stunting di Kabupaten Bekasi, sehingga pihaknya akan melengkapi data yang kurang, agar hasilnya bisa komprehensif.

“Dalam penilaian stunting di Kabupaten Bekasi, beberapa sudah menunjukkan hasil kinerja yang baik, namun ada beberapa yang datanya kurang lengkap, nanti kita akan lengkapi agar menunjukkan hasil yang komprehensif,” ujar Dani.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan agar persoalan stunting, serta kematian ibu hamil dan bayi menjadi program prioritas penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Hal itu disampaikannya pada Pelantikan Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Kemendagri dan diikuti secara virtual. (Uli)