Pemkab Bekasi Berhasil Menekan Kasus Aktif Covid-19 Berkat Penanganan Yang Tepat

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 7 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Kabar gembira, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi semakin berkurang dari hari ke hari.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh menjelaskan pada Selasa (5/10/2021) kemarin, tercatat jumlah kasus aktif bersisa, 110 kasus.

“Alhamdulillah kasusnya mengalami trend penurunan, Selasa kemarin kasus aktif bersisa 110 kasus,” ucap Masrikoh saat dikonfirmasi dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (06/10/2021).

Jumlah tersebut berkurang sembilan orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada Senin (4/10/2021), jumlah kasus aktif sebanyak 119 orang, kemudian Minggu (3/9/2021) tercatat sebanyak 125 kasus.

“Beberapa dari mereka dirawat di isoter (isolasi terpada) dan isolasi mandiri,” tuturnya.

Sedangkan total kumulatif kasus terkonformasi positif Covid-19 terhitung sejak Maret 2020 lalu, tercatat sebanyak 51.149 kasus dengan rincian 50.501 kasus dinyatakan sembuh, 538 orang meninggal dan 110 pasien masih menjalani perawatan.

Sementara itu, dari total target sebanyak 2.417.794 jiwa, kini sudah terdapat 1.518.261 orang yang divaksin dosis pertama.

“Berdasarkan update Senin kemarin, sudah sebanyak 62,8 persen masyarakat yang divaksin untuk dosis kesatu,” kata Masrikoh.

Sedangkan untuk dosis kedua, kini baru mencapai 757.473 orang atau setara dengan 31,3 persen.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan berakhir pada Senin (4/10) hari ini.

Kota Bekasi yang saat ini berada di level III itu akankah dilakukan perpanjangan ataupun akan berubah level II.

Jika beradasarkan data yang ada saat ini kasus aktif covid-19 di Kota Bekasi sudah mengalami penurunan yang cukup baik, bahkan angka kasus aktif berada di angka 0,04 persen, artinya sangat jauh dengan beberapa bulan sebelumnya.

“Lalu juga zona kuning tinggal 26 RT atau 0,36 persen, artinya sudah 99 persen RT zona hijau di Kota Bekasi. Bahkan angka kematiannya juga dalam empat hari terakhir kosong,” kata Wali kota Bekasi Rahmat Effendi.

Sementara itu, terkait vaksinasi hingga saat ini pihaknya terus gencar pemberian vaksin untuk menuntaskan 2.016.006 jumlah total sasaran vaksinasi.

Sejauh ini presentasi sasaran khususnya masyarakat umum baru menyentuh 73 persen atau berada di angka 1.485.138.

Berdasarkan data kasus aktif dan capaian vaksinasi yang terus meningkat itu.

Rahmat Effendi menyebut seharusnya Kota Bekasi tidak lagi berada di level III melainkan harusnya berada di level I PPKM. Kendati pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat.

“Kasusnya kan juga ada 1 atau dua, itu kita anggap sama dengan orang flu yah, dengan fasilitas dan kapasitas kita yang ada, kalo saya mungkin bukan level 2, level 1 lah,” katanya.

Meskipun saat ini, kasus do Kota Bekasi mengalami grafik menurun, namun itu tetap mengingatkan kepada masyarakat Kota Bekasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sebab dirinya tak ingin dengan kasus Covid-19 yang melandai ini justru kembali naik karena tidak patuhnya masyarakat akan prokes.

“Kita antisipasi terhadap progres, masker harus, standar cuci tangan harus, thermogan untuk suhu harus, terus pembatasan pembatasan ruang juga harus dilakukan, prokes harus selalu berjalan dan jangan ditinggalkan,” ucapnya. (Uli)