Pemkab Bekasi Bangun 488 WC Untuk Wujudkan Kabupaten Sehat

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 2 November 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi membangun 488 WC atau toilet pada tahun 2020 ini.

Pembangunan itu dilakukan guna menyiapkan diri menjadi Kabupaten Sehat pada 2021.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengungkapkan Pemkab Bekasi berkomitmen mewujudkan kabupaten yang bersih, aman, nyaman dan sehat demi menuju Indonesia Sehat.

“Tentu saja ini menjadi komitmen kami bersama untuk mewujudkan kabupaten sehat. Ini penting, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kesehatan merupakan hal yang utama,” kata Eka, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (01/11/2020).

Komitmen Pemkab Bekasi ini selaras dengan program Kabupaten/Kota Sehat yang digalakkan Menteri Kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri dalam penghargaan Swasti Saba.

Pada 2019 lalu, Eka menerima penghargaan Swasti Saba Padapa bersama 177 bupati/wali kota dan enam gubernur lain.

Berbekal hal tersebut, Eka menargetkan prestasi serupa pada ajang dua tahunan itu.

“Tidak hanya sekadar penghargaan tapi bagaimana kita benar-benar mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro, menjelaskan pembangunan 488 toilet itu tersebar di setiap sekolah dasar maupun menengah pertama di 23 kecamatan Kabupaten Bekasi.

Pembangunan juga menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 sebesar Rp 98 miliar.

“Ditargetkan, selesai pada pertengahan Desember tahun ini,” kata Benny.

Benny menuturkan pembangunan toilet ini mejadi salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen Kabupaten sehat, pasalnya mengubah prilaku sehat tanpa ada fasilitas yang mendukung akan sangat sulit.

Pembangunan toilet ini dilakukan dengan menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru. Di setiap sekolah nantinya akan dibangun dua ruang toilet, dua unit urinoar, tempat wudu dan tujuh wastafel.

“Sebanyak lima wastafel di antaranya mengusung konsep new normal dengan menggunakan mekanisme keran injak. Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet tapi jg di sekitar area sekolah. Jadi sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu,” ucap dia.

Untuk menjaga ketersediaan air, kata Benny, maka digunakan dua sistem tempat penyimpanan yaitu dengan menggunakan ground water tank atau GWT kapasitas 1.000 liter dan juga water torn kapasitas 1.050 liter.

“Sedangkan untuk kelancaran distribusi air digunakan dua unit pompa air,” ucapnya.

Kepala Seksi Perencanaan Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Augusta Danny Indrayana menambahkan, setiap toilet menggunakan septic tank biofilter dimana ruang di dalamnya selain untuk menampung kotoran juga berfungsi sebagai media filtrasi dengan menggunakan media cell dan bakteri.

“Jadi itu bersifat mengurai limbah. Sehingga setic tank biofilter ini akan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan septic tank konvensional,” kata dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: