Pemerintah Mengurangi Ketergantungan Industri Ekstraktif Dengan Mendorong Inovasi Teknologi Manufaktur

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 8 Mei 2019

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia terus melakukan upaya dalam mendorong perkembangan baru dengan menarik investor asing maupun domestik untuk mendanai sektor-sektor ekonomi yang kurang berkembang.

Hal ini dibahas tuntas dalam The Report: Indonesia 2019 yang baru saja dirilis oleh perusahaan riset dan konsultasi global Oxford Business Group (OBG).

Laporan komprehensif ini membahas efektivitas strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap industri ekstraktif dengan mendorong inovasi teknologi dan ekspansi manufaktur sejalan dengan strategi Making Indonesia 4.0 yang diprakarsai oleh Kemenperin, dilansir dari Tribunnews.com (07/05/2019).

OBG menyediakan pembahasan terperinci mengenai peran kota-kota di berbagai daerah di Indonesia yang berpotensi menjadi pusat kegiatan usaha dan dapat menarik para wirausahawan dari berbagai bidang terutama perusahaan startup digital.

Laporan tersebut juga mengkaji upaya pemerintah dalam menarik investasi di sektor pertanian.

Topik yang dibahas termasuk upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk merealisasikan swasembada produksi beras dan beragam tantangan yang berisiko menghambat perkembangan industri pangan di Indonesia, seperti risiko perubahan iklim dan lambatnya proses mekanisasi pertanian.

Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas bagi pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dengan menjalankan proyek-proyek untuk mendukung ekspansi ekonomi lebih lanjut yang semakin terealisasi saat ini.

Laporan ini juga membahas project pipeline di Indonesia, khususnya membahas rencana pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan lalu lintas perkotaan, dengan fokus pada pembangunan transportasi massal seperti Jakarta Light Right Transit (LRT) yang baru saja diresmikan.

Selain itu, laporan ini juga mempertimbangkan cara untuk memitigasi tantangan dalam hal pendanaan dan pembebasan lahan yang dapat menghambat kemajuan sejumlah proyek.

Seiring dengan semakin berkurangnya cadangan sumber daya minyak dan gas, Indonesia hendak mendorong investasi untuk sejumlah proyek eksplorasi baru.

Laporan ini membahas secara rinci mengenai perubahan reformasi yang sedang dilaksanakan pemerintah untuk merevitalisasi industri dan membantu mempertahankan pendapatan ekspor dan keamanan energi dalam negeri.

Selain itu, laporan ini membahas adanya kekhawatiran mengenai wacana nasionalisasi dalam sektor industri migas yang dapat menghambat investasi asing.

Laporan ini juga juga dilengkapi dengan hasil wawancara dengan beberapa tokoh-tokoh ternama lainnya seperti Luhut Panjaitan, Menko Bidang Kemaritiman Indonesia; Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia; Nadiem Makarim, CEO GOJEK; dan Kartika Wirjoatmodjo, Presiden Direktur dan CEO Bank Mandiri.

Menyampaikan komentarnya sebelum peluncuran The Report: Indonesia 2019, Editor-in-Chief OBG Oliver Cornock mengatakan bahwa perkembangan masyakarat kelas menengah serta peningkatan industrialisasi dan kegiatan wirausaha menunjukkan bahwa Indonesia sudah melakukan persiapan sesuai rencana untuk mencapai perkembangan baru.

“Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya minyak, gas, dan mineral padat, dan saat ini Indonesia berupaya untuk menarik investor untuk mendanai perekonomian baru yang siap berkembang,” kata Oliver.

Disebutkan, upaya pemerintah dalam meningkatkan lingkungan bisnis dengan memberikan insentif baru dan menyederhanakan prosedur investasi bagi para investor asing merupakan suatu langkah yang tepat.

Managing Director for Asia Patrick Cooke menambahkan bahwa indikator perekonomian yang semakin membaik menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil tahun ini, terutama setelah dilaksanakannya Pemilu 2019.

“Ekonomi berkembang sebesar 5,2% pada tahun 2018 meskipun adanya hambatan dan pemerintah menargetkan tingkat pertumbuhan yang sama tahun ini. Inflasi turun ke 2,6% pada Februari, terendah selama hampir 10 tahun. Dengan dilaksanakannya proyek-proyek infrastruktur mendasar, laporan kami menunjukkan bahwa rencana Indonesia dalam membuka perekonomiannya dan menciptakan pertumbuhan baru semakin membaik,” katanya.

The Report: Indonesia 2019 merupakan hasil dari penelitian lapangan yang ekstensif dan dilaksanakan oleh tim analis Oxford Business Group selama lebih dari 12 bulan.

Laporan ini meneliti tren dan perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk tren makroekonomi, infrastruktur, perbankan, dan lainnya. (Uli)