Pemerintah Kota Tangerang Perpanjang Masa PSBB

FOTO: rahmat/indolinear.com
Rabu, 29 April 2020
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang akan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terdapat di kota seribu industri sejuta jasa ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang memberlakukan PSBB selama 14 hari, mulai 18 April 2020 hingga 1 Mei 2020. Menurut Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, PSBB efektif dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Saya nilai pemberlakuan PSBB cukup efektif di Kota Tangerang, terlihat dari jumlah warga terjangkit positif Covid-19 mulai menurun dan pasien yang sembuh meningkat,” kata Arief, Rabu (29/4/2020).

Pembahasan perpanjangan PSBB dilakukan bersama dengan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Tangerang di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang. Hasilnya, PSBB akan diperpanjang selama 14 hari ke depan, mulai 2 Mei hingga 15 Mei 2020.

“Akan ada perubahan skema pada masa perpanjangan PSBB,” ucap Arief.

Selain di jalan utama, lanjut dia, check point akan dilaksanakan di tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian seperti pasar dan lokasi-lokasi yang menjadi area berjualan takjil selama Ramadan. Pemerintah Kota Tangerang juga akan membentuk tim reaksi cepat pada penanganan warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Akan kami siapkan mekanisme penanganan pada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 seperti keluarga dekat atau inti, sehingga penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir,” kata Arief.

Sementara itu, guna membantu verifikasi data warga penerima bantuan sosial akibat Covid-19, pemerintah daerah setempat menerjunkan sebanyak 1.204 pegawai.

“Kurang lebih 1.204 pegawai yang kita wajibkan untuk melakukan pembinaan wilayah. Mereka kita sebar di 104 kelurahan di Kota Tangerang,” kata Indri Astuti, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang.

Para pegawai tersebut sebelumnya juga ditugaskan untuk menyosialisasikan penanganan Covid-19 kepada masyarakat, termasuk menjadi pembina Kampung Siaga Covid-19 di 104 kelurahan.

“Dari staf sampai eselon 2, terjun ke lapangan membantu penanganan Covid-19 di wilayah, termasuk memverifikasi data warga penerima bantuan,” ujar Indri.

Guna memudahkan pegawai dalam melakukan verifikasi data, Pemerintah Kota Tangerang telah membuat aplikasi. Aplikasi tersebut menjadi bagian dari aplikasi SiGacor (Siaga Cegah Corona) yang terlebih dahulu diluncurkan.

“Dinas Kominfo sudah bangun aplikasinya, dari kemarin sudah bisa dimanfaatkan oleh pegawai yang melakukan pembinaan wilayah dan juga Pekerja Sosial Masyarakat,” paparnya.

Dia menyebut, ada beberapa fitur dalam aplikasi yang memudahkan PSM maupun ASN dalam mendata warga calon penerima bantuan. Di antaranya fitur identitas penerima yang sudah terintegrasi dengan data kependudukan dan juga fitur koordinat GPS yang menunjukkan alamat penerima.

“Jadi enggak perlu input data lagi, tinggal masukin NIK nanti nama dan alamat langsung muncul. Kemudian upload foto KK dan KTP termasuk foto rumah calon penerima, terus klik statusnya layak atau tidak layak menerima bantuan,” ucap Indri.(rls/srh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: