Pemerintah Kota Bekasi Bentuk Koperasi Para Peternak Maggot

FOTO: beritasatu.com/indolinear.com
Selasa, 16 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melihat peluang budidaya maggot yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Rahman, seorang peternak maggot di Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, dapat meraup untung hingga Rp 12 juta per bulan pada masa pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kini merealisasikan pembentukan koperasi budidaya maggot kepada peternak maggot se-Kota Bekasi sebagai wadah menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

“Kegiatan ini dapat merealisasikan ekonomi kreatif di masyarakat dan meminimalisasi permasalahan sampah di Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto didampingi istri, Wiwiek Hargono, saat silaturahmi dengan para peternak maggot di Hutan Bambu Margahayu, Bekasi Timur, dilansir dari Beritasatu.com (15/02/2021).

Tri mengungkapkan, maggot berpotensi besar dikembangkan untuk mengatasi persoalan ekonomi warga dan persoalan persampahan. “Maggot dapat menjadi solusi dalam menekan volume pembuangan sampah ke TPA Sumurbaru, Bantargebang, dengan metode zero waste,” imbunya.

Menurutnya, sisa-sisa makanan/sampah organik, digunakan menjadi pakan maggot. “Sedangkan maggot dapat dijadikan pakan lele atau pakan unggas seperti ayam dan burung puyuh,” bebernya.

Dengan pembentukan koperasi ini, diharapkan mampu untuk menjadi wadah sarana komunikasi antarpeternak maggot bertukar pengetahuan dan mampu membantu permodalan pengembangan maggot.

Tri mengimbau kepada pegiat maggot untuk bisa memberikan pelatihan dan pengetahuan budidaya maggot kepada masyarakat. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: