Pemerintah Hong Kong Membeli 500.000 Tiket Pesawat, Untuk Apa?

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 12 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Hong Kong – Maskapai penerbangan masih membutuhkan lebih banyak dukungan, itulah pesan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Tentunya, maskapai tidak ingin memiliki beban hutang dan pinjaman untuk dilunasi saat mereka keluar dari krisis.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Hong Kong melakukan aksi terpuji yang diharapkan dapat menjadi inspirasi.

Melansir dari Tribunnews.com, Jumat (11/12/2020), Pemerintah Hong Kong diketahui membeli setengah juta tiket pesawat di tengah pandemi.

Krisis penerbangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah memasuki tahap kedua.

Setelah banyak maskapai penerbangan berjuang untuk bertahan hidup, kini mereka dapat kembali menatap masa depan.

Dengan harapan vaksin akan memulai kembali perjalanan di tahun depan, krisis finansial kini menjadi masalah terakhir sebelum penerbangan dapat dibangun kembali.

IATA  telah memperjelas secara fundamental bahwa untuk sebagian besar maskapai penerbangan masih ada kesenjangan finansial.

IATA memprediksikan vaksin mulai berlaku pada kuartal keempat tahun depan.

Maskapai penerbangan, rata-rata, memiliki likuiditas tunai selama delapan bulan di bank, beberapa bahkan lebih sedikit.

Ini menimbulkan tanda tanya apakah semua maskapai dapat bertahan untuk melihat manfaat vaksinasi massal.

IATA telah mengatakan bahwa maskapai penerbangan akan membutuhkan satu suntikan dukungan lagi untuk melalui periode kesulitan terakhir ini.

Namun, lebih banyak dana talangan hanya akan menambah beban hutang, sehingga sulit bagi maskapai penerbangan untuk kembali ke profitabilitas.

Ini bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan lebih banyak pemikiran daripada sekadar memberikan uang ke maskapai penerbangan dengan dasar pinjaman yang ditangguhkan.

Untuk mengatasi hal ini, kita bisa mengambil inspirasi dari Pemerintah Hong Kong.

Pada April 2020, pemerintah Hong Kong mengumumkan akan membeli 500.000 tiket penerbangan langsung dari maskapai penerbangan kota tersebut.

Ini adalah bentuk dukungan keuangan, namun dilakukan sedemikian rupa sehingga memiliki manfaat jangka panjang bagi maskapai.

Secara keseluruhan, pemerintah membutuhkan sekira 260 juta dolar atau setara Rp 3,7 triliun untuk melakukan hal tersebut.

Meskipun itu hanya sedikit dibandingkan dengan dana talangan yang diterima beberapa maskapai penerbangan, hal pintar tentang langkah ini adalah membantu menyalakan kembali permintaan perjalanan setelah krisis selesai

500.000 tiket akan dibagikan kepada penduduk Hong Kong dan pengunjung asing melalui undian berhadiah, yang akan diadakan setelah Covid-19 dianggap terkendali.

Tak hanya biaya pendanaan untuk maskapai penerbangan, langkah ini juga diberikan dengan cara yang terukur dan dipertimbangkan.

Ada 4 maskapai lokal yang mendapat alokasi dana berdasarkan pesawat di armadanya dan traffic share mereka di tahun 2019.

Artinya, bantuan dana tersebut tidak akan mengganggu persaingan dalam jangka panjang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: