Pemerintah Daerah Diharapkan Untuk Mempermudah Penggelaran Infrastruktur Internet

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 27 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza mengatakan, tantangan penggelaran infrastruktur internet terjadi tidak hanya di daerah-daerah yang memiliki akses sulit. Tetapi juga di wilayah-wilayah yang notabene dari sisi akses tak memiliki kesulitan.

Tantangan yang dimaksudnya itu adalah regulasi dari pemerintah daerah. Kata Jamal, setiap daerah yang akan digelar infrastruktur internet, memiliki peraturan dan perizinan daerah yang berbeda-beda dan membuat geleng-geleng perusahaan Internet Service Provider (ISP).

“Kendala di perkotaan itu seperti dari Pemda (Pemerintah daerah) sendiri. Jadi Pemda-pemda tersebut punya regulasi yang masing-masing memberatkan si penyelenggara untuk menggelar jaringan internet. Ini pekerjaan rumah juga buat kita,” ungkap Jamal saat acara diskusi virtual Selular Digital Telco Outlook 2020, dilansir dari Merdeka.com (26/12/2020).

Lebih lanjut, kata Jamal, selain peraturan daerah dan perizinannya yang menyulitkan, juga terkait dengan jumlah retribusi yang dipatok pemerintah daerah cukup tinggi.

“Terkadang ngaco juga, tarifnya cukup tinggi. Terus terang, ini justru akan mengganggu penggelaran daerah itu sendiri. Padahal dengan infrasturkutr bagus, banyak hal yang akan berdampak positif,” jelas Jamal.

Maka itu, Jamal berharap dengan adanya UU Cipta Kerja mampu menyinergikan aturan daerah-daerah terutama soal transformasi digital.

“Kami harap dengan UU Cipta kerja bisa inline dengan peraturan daerah,” katanya.

Sementara itu di sisi lain, Ahmad M. Ramli, Dirjen PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan, Presiden Jokowi telah mencanangkan 5 langkah transformasi digital. Langkah ini tentu saja diikuti dengan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet.

“Transformasi digital adalah sebuah keniscayaan, saya ingin ajak stakeholder telekomunikasi membangun hal ini. Operator harus membangun kulaitas yang baik jika ingin unggul pada 2021. Bisnis telko adalah bisnis investasi. Jika tidak, maka akan jadi masalah besar. Ini terkait layanan,” terang Ramli. (UlI)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: