Pemerintah Bangga Produsen Swab Antigen Dalam Negeri Mampu Mengekspor Ke Mancanegara

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 8 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pemerintah memberi dukungan penuh dan bangga terhadap produsen alat kesehatan (Alkes) dalam negeri yakni PT Taishan Alkes Indonesia yang selama ini membantu dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Selain kebanggaan membantu pemerintah dalam hal penyerapan tenaga kerja, produsen Alkes dalam negeri itu juga mampu melakukan ekspansi bisnis dengan melakukan ekspor produknya ke mancanegara.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (7/9/2021), saat meninjau sekaligus meresmikan ekspor perdana produk antigen dalam negeri PT Taishan Alkes Indonesia ke Irlandia dan Thailand.

“Kedatangan saya di PT Taishan Alkes Indonesia ini ada makna penting yakni, memberikan dukungan dan juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita sudah bisa memproduksi alat Swab Antigen hasil kerja keras anak bangsa,” kata Agus Gumiwang, dilansir dari Tribunnews.com (07/09/2021).

Terkait ekspor yang dilakukan PT Taishan Alkes Indonesia, Agus Gumiwang menilai hal itu adalah prestasi luar biasa bagi karya anak-anak bangsa.

“Saya bangga PT Taishan Alkes Indonesia bisa ekspansi artinya produknya bagus dan diterima manca negara,” ujarnya.

Pihaknya juga merasa bangga kepada PT Taishan Alkes Indonesia yang concern dalam membantu pemerintah terkait penanggulangan Covid-19 di dalam negeri, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

“Saya bangga ada produsen alkes dalam negeri bisa mempekerjakan hingga ribuan pekerja. Ini bisa menjadi contoh bagi para produsen dalam negeri lainnya,” harapnya.

Agus Gumiwang juga mengapresiasi PT Taishan Alkes Indonesia yang sudah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen dalam komponen-komponen produksinya.

“Produk alat swab antigen PT Taishan Alkes Indonesia saya lihat sudah melampaui 40 persen TKDN yakni 48 persen, maka kementerian dan lembaga wajib membelinya,” tegasnya. (Uli)