Pemerintah Australia Mengincar Dua Dampak Perhelatan Australia Open 2022

FOTO: Kompas.com/indolinear.com
Minggu, 31 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Sydney – Pemerintah Australia melalui Menteri Pariwisata Dan Tehan menyebut keberhasilan Australia Open 2022 memberikan dua dampak bagi Australia dan dunia.

Pertama, Australia, dengan keberhasilan itu, mampu menempatkan diri sebagai penyelenggara turnamen terbaik di dunia.

“Kesuksesan itu bakal menaikkan nama Melbourne, kota penyelenggara Australia Open 2022, ke tingkat dunia,” ucap Dan Tehan, dilansir dari Kompas.com (30/10/2021).

Australia, kata Dan Tehan, meminta agar para atlet tenis yang belum mendapatkan vaksinasi untuk perhelatan Australia Open 2022 tetap mengikuti karantina 14 hari.

“Australia menggunakan pendekatan yang masuk akal agar para atlet tersebut mengikuti karantina 14 hari,” ujar Dan Tehan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews menyebut bahwa pemain yang belum mendapatkan vaksinasi bisa berlaga di Australia Open 2022.

Pandangan Daniel Andrew ini dianggap bertolak belakang dengan kebijakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang kebijakan pencegahan meluasnya pandemi Covid-19 di seluruh Australia.

Scott Morrison memberi pertimbangan bahwa para pemain yang belum mendapatkan vaksinasi itu tetap wajib mengikuti karantina 14 hari setiba di Australia. Sejauh ini, petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic termasuk atlet asing yang akan berlaga mempertahankan gelar di Austrlia Open 2022.

Djokovic menjadi juara pada Australia Open 2020. Menurut Den Tehan, adalah hal yang memalukan bagi Australia bila pemimpin negara ini tidak bisa mencarikan solusi bagi kehadiran Novac Djokovic.

Sementara, informasi menunjukkan, bahwa Novak Djokovic belum mendapatkan vaksinasi. Dan Tehan mengatakan, pilihan pada karantina 14 hari adalah kebijakan paling tepat demi suksesnya penyelenggaraan Australia Open 2022. (Uli)