Pembuatan Lubang Resapan Biopori untuk Investasi

FOTO: depok.go.id/indolinear.com
Sabtu, 3 November 2018
Depok | Uploader puspita

Indolinear.com, Depok –  Upaya menjaga kandungan air tanah, dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dengan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Pembuatan yang ditarget mencapai satu juta lubang selama setahun ini, sebagai bentuk investasi penyelamatan lingkungan dari kekurangan air maupun kelebihan air yang berakibat banjir karena air tak terkelola dengan baik.

“Selama ini DLHK Kota Depok telah melakukan berbagai upaya untuk membuat resapan air. Seperti dengan pembuatan lubang biopori yang bisa meningkatkan daya serap atau menampung cadangan air,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, di lokasi pembuatan satu juta LRB di RW 01 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (02/11/18).

Manfaat lainnya, kata Ety, lubang biopori mengurangi genangan, karena air hujan akan masuk ke lubang tersebut. Selain itu, jelas Ety, lubang biopori bisa difungsikan untuk menampung sampah organik dan mengubahnya menjadi kompos.

“Sampah organik yang dibuang ke dalam lubang biopori bisa menyuburkan tanah dan menghasilkan mineral. Nah, kandungan-kandungan tersebut yang dibutuhkan oleh bumi. Manfaat lainnya adalah lubang biopori bisa mencegah terjadinya erosi,” jelasnya dilansir dari depok.go.id.

Dia menegaskan, keberadaan lubang biopori bisa dirasakan manfaatnya lima sampai sepuluh tahun mendatang.

“Ini merupakan investasi untuk anak cucu kita. Mudah-mudahan masyarakat sadar akan pentingnya membuat lubang biopori, minimal di halaman rumah masing-masing,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: