Pemanis Tradisional Asal Majalengka Yang Jadi Teman Setia Minuman Hangat

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 10 September 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

 

Indolinear.com, Jakarta – Gula cakar merupakan pemanis tradisional berbentuk persegi khas Majalengka. Biasanya masyarakt di sana memanfaatkan gula cakar untuk menambah rasa manis dari minuman seperti teh atau kopi.

Yang menjadi ciri khas dari olahan gula pasir tersebut adalah sisi warnanya yang berwarna merah muda. Warna tersebut berasal dari pewarna makanan yang diberikan saat proses pemasakannya.

Selain itu, gula cakar juga memiliki rongga yang kasar mirip dengan benda yang terkoyak atau tercakar, dengan pori-pori yang cukup terlihat. Sehingga mudah larut dalam berbagai jenis minuman hangat, dilansir dari Merdeka.com (09/09/2020).

Berlangsung Selama Lebih dari 50 Tahun

Tidak ada informasi spesifik terkait siapa pembuat pertama olahan gula khas Majalengka tersebut. Namun diketahui jika gula tersebut sudah ada sejak 1965 atas prakarsa dari Tong Teng di kelurahan Tonjong.

Selanjutnya para pekerjanya lah yang kelak mengembangkan usaha gula cakar di Kabupaten Majalengka hingga sekarang, seperti yang dilansir dari infomajalengka.wordpress.com. Salah satu yang masih bertahan hingga saat ini adalah pabrik gula cakar milik Usman.

Pabrik tersebut telah turun temurun di wariskan oleh anak dan kerabatnya. Usaha yang berada di kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong tersebut kini dikelola oleh Tatang selaku generasi ke tiga dari Ilyas.

Dibuat Secara Sederhana

Pembuatan gula tersebut terhitung sangat mudah. Mula-mula gula pasir harus dimasak bersama air yang telah disesuaikan takarannya. Gula pasir harus terus diaduk selama sekitar 20 menit.

Selama diaduk, adonan ditambah pewarna makanan merah dan soda kue sebagai pengembang gula cakar. Setelah dirasa matang, gula cakar siap dikeringkan dengan suhu ruangan. Ketika mengeras gula bisa langsung dipakai untuk campuran teh atau kopi.

Memiliki Harga yang Murah

Gula cakar sendiri memiliki harga yang relatif murah. Untuk satu potong gula cakar dengan potongan 3×4 sentimeter, dijual dengan harga Rp 350. Satu potongnya untuk satu cangkir minuman.

Namun sangat disayangkan, gula tradisional khas Majalengka tersebut kini mulai jarang ditemui di pasaran. Dahulu gula tersebut kerap menjadi primadona masyarakat sekitar lantaran harganya yang murah, dan takarannya yang pas untuk satu cangkir minuman.

Tidak Menyebabkan Batu

Tatang menyebutkan jika gula cakar sendiri terhitung aman untuk dikonsumsi karena tidak menimbulkan efek samping bantuk, bahkan bagi yang sedang batuk juga menurutnya sangat bisa untuk mengkonsumsinya.

“gula cakar itu ga bikin batuk, soalnya ada pengolahan lagi. yang batuk juga bisa mengkonsumsi gula cakar gitu” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: