Pemancing Di Taiwan Temukan Emas Terapung Ambergris, Nilainya Rp3 Miliar

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 9 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Taiwan – Seorang warga Pulau Orchid Taiwan menemukan sebongkah gumpalan yang mengeluarkan bau menyengat saat memancing di pantai dekat rumahnya, Maret 2020.

Pria bermarga Lee, warga Lang Dao, Kecamatan Lanyu, Taitung, Taiwan membawa bongkahan seberat empat kg tersebut ke rumahnya.

Lee sudah menduga batu yang berwarna campuran hitam dan putih itu ambergris.

Ia mengujinya dengan cara sederhana, memanaskan jarum dan menusukkannya ke bongkahan tersebut.

Bongkahan ambergris yang ditemukan pemancing di Pulau Orchid Taiwan (taiwannews)

Dan bongkahan tersebut mengeluarkan asap dan bau yang harum.

Setelah berdiskusi dengan teman-temannya, Lee memutuskan mengirimkan sampel bongkahan tersebut ke laboratorium Universitas Nasional Kaohsiung untuk diuji.

Rabu (7 Oktober 2020), Associate Professor of Life Sciences, Cheng Shi-Yie mengonfirmasi bahwa objek tersebut adalah ambergris melalui spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR) dan menyebutkan bahwa itu adalah penemuan yang sangat langka dan berharga.

Menurut Cheng, ambergris adalah zat lilin yang disekresikan di dalam usus paus sperma dan sering disebut sebagai “muntahan ikan paus” atau “emas mengambang”.

Ini terutama digunakan sebagai fiksatif dalam produksi parfum dan bisa mendapatkan harga yang bagus berdasarkan usianya.

Selain sebagai bahan parfum, ambergris juga dipakai dalam pengobatan tradisional China.

Saat ini, nilai pasar internasional ambergris sekitar US $ 50.000 per kilogram.

Lee mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menjual batunya dan menggunakan uang itu untuk biaya keluarga, dilansir dari Tribunnews.com (08/10/2020).

Bila menjual ambergrisnya, Lee akan mengantongi US $ 210.000 atau setara Rp 3 miliar lebih.

Pemulung temukan ambergris

Seorang pemulung asal Thailand, Surachit Songzhu menjadi miliarder dadakan.

Ia secara tak sengaja menemukan bongkahan misterius ketika mengais sampah.

Surachit, pemulung yang menemukan bongkahan misterius senilai Rp 9 miliar. (Bastille Post)

Surachit, pemulung yang menemukan bongkahan misterius senilai Rp 9 miliar. (Bastille Post) ()

Ternyata benda misterius tersebut mempunyai nilai miliaran rupiah.

Semuanya bermula saat Surachit tengah memunguti sampah di pinggiran pantai yang terletak di Provinsi Songkhla, Thailand.

Ketika dia dalam proses pencarian sampah, Sorachit secara nggak sengaja menemukan batuan besar berwarna abu-abu tersapu dari air laut.

Teksturnya yang aneh seperti lilin membuat Surachit curiga bahwa bongkahan itu bukanlah benda sembarangan.

Jadi ia memutuskan untuk membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, ia lalu memberi tahu teman-teman dan kerabat untuk melihat temua yang diduga merupakan ambergris.

Teman-temannya pun datang untuk memeriksa keaslian benda itu dengan menggunakan metode sederhana untuk mendeteksinya.

Benda itu dibakar dengan korek api agar tercium aromanya.

Apabila bau yang keluar menyegarkan dan harum, maka bisa dipastikan benda itu adalah ambergris.

Benar saja, ternyata bongkahan itu memang benar adalah ambergris alias muntahan ikan paus yang setelah ditimbang beratnya 37 pon atau sekitar 16,7 kg.

Menurut kondisi pasar, ambergris yang baik dijual seharga 14.500 poundsterling per pon (Rp290 juta).

Dan jika benda temuannya itu dinilai sebagai produk yang bagus oleh para ahli, harga jualnya mencapai 536.500 pound (Rp 9 miliar).

Sebelumnya Sukadi nelayan di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menemukan 200 kilogram diduga muntahan (Ambergris) Paus pada Kamis 2 November 2017.

Benda itu ditemukan Sukadi dalam kondisi mengapung di tengah Samudra Hindia.

“Awalnya saya sedang melaut bersama empat rekan. Tepatnya antara Pulau Dua dan Pulau Enggano saya melihat muntahan itu berserak di tengah laut,” kata Sukadi.

Sukadi mengatakan, awalnya ia tidak tahu bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus.

Ia berinisiatif mengecek titik koordinat menggunakan global positioning system (GPS).

Sukadi mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah.

“Saya cek GPS, saya kira itu limbah, lalu saya pungut dengan harapan membersihkan laut dari limbah,” ucapnya.

Namun, saat benda tersebut ia kumpulkan di perahu lalu dibawa ke darat, baru diketahui jika itu adalah muntahan paus.

Sukadi juga tidak mengetahui bahwa benda tersebut bernilai mahal.

Ia tahu setelah ia mengecek di video Youtube.

“Saya baru sadar, yang saya temukan itu adalah muntahan ikan paus bernilai mahal, maka hebohlah. Kalau saya biasa saja tidak heboh, tetapi orang lain banyak yang heboh,” ujarnya.

Sejauh ini benda yang diduga muntahan paus tersebut masih ia simpan di rumah dan belum ada yang terjual.

“Masih ada di rumah. Saya simpan sekitar 200 kilogram. Belum ada yang terjual, tetapi kalau ada yang berminat serius dengan harga yang cocok, maka saya jual,” ucapnya.

“Sudah banyak yang menghubungi saya namun belum cocok harga. Saya ingin di atas Rp 22 juta per kilogramnya, minimal Rp 30 juta per kilo lah,” ujar Sukadi, seperti dilansir dari harianrakyatbengkulu.com.

Ia menjelaskan, warna muntahan paus itu putih bercampur kekuningan.

Jika dirasa, seperti memegang lilin.

Saat dipanaskan, ia akan meleleh dan dapat digunakan untuk menghidupkan api. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: