Pelukan Sri Paus Untuk Pasien Miskin Di Kalkuta

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 11 Maret 2019

Indolinear.com, Calcutta – Tiga puluh dua tahun lalu, tepatnya pada pada 3 Februari 1986, Paus Yohanes Paulus II bertemu dengan Bunda Teresa di Kalkuta (kini Kolkata) di India.

Di sana Paus mengunjungi tempat perlindungan bagi orang-orang sakit yang didirikan oleh Bunda Teresa pada 1950, yakni Nirmal Hriday.

Ketika Paus tiba di gedung dua lantai yang terletak di jantung daerah kumuh Kalkuta itu, Bunda Teresa menyambutnya dengan naik ke mobil milik Paus, membungkuk, dan mencium tangannya. Paus membalas sambutan itu dengan mencium kepala Bunda Teresa.

Bangunan yang didirikan oleh Kepala Misionaris Cinta Kasih tersebut berlokasi di sebuah sayap Kuil Kali. Di sana, orang-orang yang menderita kanker, tuberkulosis, dan malnutrisi mendapat perawatan penuh.

Selama kunjungan yang hanya berlangsung selama setengah jam, Paus tergerak dengan apa yang dilihatnya. Ia pun tak segan untuk memberi makan orang sakit dan sekarat.

Di sana, Paus mencium dan memeluk beberapa pasien dan memberkati mereka. Ia juga memberkati jenazah empat orang, termasuk anak kecil.

Seperti dilansir dari Liputan6.com (09/03/2019), seorang juru bicara Vatikan mengatakan kepada awak media bahwa Paus sangat terganggu dengan apa yang dilihatnya.

Bunda Teresa menyebut kunjungan Paus sebagai hari terindah baginya. “Sungguh menakjubkan bagi orang-orang, karena sentuhannya adalah sentuhan Kristus,” imbuh dia kala itu.

Di luar gedung, Paus menyampaikan sebuah khotbah singkat yang berbunyi, “Nirmil Hriday adalah tempat harapan, sebuah rumah yang dibangun di atas keberanian dan iman, sebuah rumah di mana kasih memerintah, sebuah rumah yang penuh dengan cinta.”

Sebelumnya, Paus disambut sekitar 100.000 orang setibanya tiba di Kalkuta dari New Delhi. (Uli)