Pelebaran Jalan, 20 Bidang Tanah di Jalan Bhayangkara Telah Dibebaskan

FOTO: indolinear.com
Selasa, 22 Oktober 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan Musyawarah bersama warga Paku Alam. Kegiatan ini dalam rangka penetapan bentuk dan penetapan hasil ganti kerugian objek pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam rangka pembangunan/pelebaran Jalan Bhayangkara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Paku Alam, Serpong Utara, Tangsel pada Selasa, 22 Oktober 2019. Menumpuknya kendaraan di Jalan Bhayangkara kerap menimbulkan kemacetan, terlebih di musim penghujan.

Untuk menghindari kemacetan, Pemerintah Kota Tangsel berniat melakukan pelebaran jalan yang akan mulai dilaksanakan pada 2020. Namun sebelumnya lahan yang ada harus segera dibebaskan.

Kegiatan sosialisasi program peningkatan infrastruktur ini pun mendapat respon positif dari sejumlah warga sekitar. Khususnya pemilik lahan yang terkena pembebasan lahan untuk membantu program pemerintah.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah Disperkimta Kota Tangsel, Rizqiyah mengatakan, hingga saat ini sebanyak 20 dari 31 bidang yang terkena pembebasan lahan di dua kelurahan yang telah mengajukan proses pembayaran.

“Ya, 20 bidang sudah mengajukan proses pembayaran dan masuk ke Pemkot Tangsel. Di Kelurahan Paku Alam ada 30 bidang, Kelurahan Paku Jaya hanya 1 bidang. Semoga di pertengahan November 2019 sudah bisa terbayar, sehingga rencana pembangunan dan proses land clearing dapat dilakukan di tahun 2020 awal,” jelasnya.

Rencana pembebasan jalan sepanjang 800 meter ini dilakukan mulai dari Masjid Asmaul Husna hingga sodetan yang berada di jalan depan Pusdiklantas Polri. Dengan eksisting jalan awal sekitar 8 meter menjadi ROW 24 meter dan kebutuhan lahan kurang lebih 21.250 meter persegi.

“Panjang 800 meter dengan luas lahan +/_ 3500 meter adalah milik masyarakat dan +/_ 3000 milik Pusdiantas, yang dalam aturannya tidak bisa dibayarkan. Jadi, total  luas +/_  6500 meter,” beber Rizqiyah.

Dirinya menjelaskan, anggaran pembebasan lahan tahun 2019 ini senilai Rp 51 miliar. Pembayaran ganti rugi lahan pun dilakukan sesuai dengan ketersediaan anggaran. Pemberian uang ganti kerugian diberikan atas  lahan dan termasuk segala tegakan yang terdapat diatasnya.

“Rotal perlu sekitar 70 milyar untuk pembebasan lahan, sisanya akan dibayar  ditahun 2020. Proyek perbaikan infrastruktur ini adalah bagian dari RPJMD Walikota Tangsel. Karena jalan Bhayangkara terletak diantara dua jalan pengembang dan dalam posisi bottle neck. Diharapkan dengan perbaikan jalan yang signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” harapnya.

Diketahui, mulai dari proses sosialisasi, pengukuran sampai pembebasan lahan ini juga dilakukan secara transparan dan ada jaminan kepastian hukum.(sopy)

INDOLINEAR.TV