Pelatihan Penulisan Efektif Konten Digital Asian Games

kompascom/indolinear.com
Sabtu, 25 November 2017
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Usai melintasi berbagai daerah di Pulau Kalimantan dan Sumatera, Peserta  Kirab Pemuda 2017 Zona 1 kini sedang berada di Jakarta. Berbagai kegiatan mereka lakukan, salah satunya mengikuti pelatihan Penulisan Efektif Lewat Media Sosial, kerjasama antara Kemenpora dengan Kominfo. Workshop bertajuk Pembuatan Konten Digital Asian Games 2018 ini digelar dii Gedung Serbaguna, Kementerian Komunikasi dan Infomatika, Jakarta, Kamis (23/11/2017) petang.

Mengangkat tema Asian Games 2018 dan Bagaimana Cara Menceritakannya dalam Media Sosial ini menghadirkan narasumber Dimas Aditya Putra (Indonesia Baik), Kevin Sanly Putra. 36 peserta Kirab Pemuda 2017 bersama 14  Blogger, mahasiswa dan perwakilan komunitas mengikuti kegiatan ini.

Kepala Bidang Kreativitas Fashion dan Film Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Yudistira mengatakan, media sosial kini sebagai sarana komunikasi setiap kebijakan yang diambil dalam rangka meningkatkan sosialisasi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Hal ini diterapkan dengan cara di antaranya membuat akun media sosial di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram.

“Kegiatan ini sangat menambah wawasan digital peserta Kirab Pemuda 2017, di era yang serba cepat, maju dan canggih. Mereka ke depan dipersiapkan sudah punya bekal, minimal untuk diri pribadi baru dibagikan ke lingkungannya di daerah asal. Sehingga jangan hanya share apa yang diperoleh, namun harus bisa menciptakan kata-kata, kalimat, tampilah desain yang bagus dan menarik, sehingga membuat orang tertarik dan mengerti apa yang disampaikan,” terangnya usai acara tersebut.

“Ini bagus sekali dan kesempatan emas. Sebab di Zona Dua belum tentu ada seperti ini. Meski demikian, setiap zona ada kelebihan dan keunggulannya masing-masing. Misalnya, program  atau materi yang di Zona Dua bagus, belum tentu ada di sini.  Siapa tahu setelah ini, mereka mahir dan kembali ke daerah, membuat acara-acara dengan bekal yang diperoleh dari kesempatan seperti ini. Acara apa pun membutuhkan desain seperti ini, dan dampaknya mereka menjadi terampil sehingga bisa diberdayakan,” imbuhnya didampingi Tri Alida Apriliana selaku Tenaga Humas Kemenpora dan Mediodecci Lustarini, Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Ditjen Informatika dan Komunikasi Publik.

Ia juga menjelaskan soal nilai-nilai positif yang diusung dari pelaksanaan Kirab Pemuda 2017. Yakni menyapa dan menyentuh masyarakat hingga lapisan wilayah terluar Indonesia. Selain itu, sebagai napak tilas kebhinekaan hingga diharapkan bisa mendorong promosi pariwisata lokal dan memunculkan potensi daerah setempat.

Chandara Calosa, salah satu peserta Kirab Pemuda perwakilan Jawa Tengah, menerangkan bahwa era digital sudah semakin berkembang. Karena itu, sangat penting baginya untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan terkait perkembangan digital. Apalagi, gelaran workshop kali ini bersinergi dengan gelaran Asian Games 2018.

“Dengan adanya workshop ini nantinya saya ingin lebih aktif di media sosial untuk membagikan pengalaman dan pegetahuan yang saya dapat. Apalagi workshop ini sekaligus bertujuan untuk memajukan gelaran Asian Games 2018 nanti,” kata Calosa, Kamis (23/11/2017). “Asian Games 2018 itu sebuah pesta olahraga terbesar se-Asia dan kita Indonesia sebagai tuan rumah. Jadi setelah mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari workshop ini saya akan terus menyiarkan dan menggemakan Asian Games 2018 lewat media sosial,” imbuhnya.

Sedangkan peserta Kirab lainnya, Astrid Budie yang berasal dari Sulawesi Utara, juga memastikan bakal terus mendukung gelaran Asian Games 2018 lewat media sosial. “Apa yang saya dapat dari workshop ini nantinya akan saya bagikan segala pengetahuan kepada para pemuda di daerah saya, khususnya di Manado. Meski Asian Games digelar di Jakarta dan Palembang, Kita yang berada di Manado juga harus terus mendukungnya walaupun hanya lewat media sosial,” tuturnya.

Kirab Pemuda 2017 yang menjadi program unggulan Kemenpora, mengusung tema #Berani Bersatu. Diikuti para pemuda pilihan, yang lolos dalam seleksi panjang yang diadakan Kemenpora, memiliki tugas di antaranya untuk berbaur dan menunjukkan bahwa perbedaan yang ada di tanah air dapat menjadi satu dalam wadah negara Indonesia. Sedangkan untuk Rute perjalanan, Kirab 0emuda 2017 terbagi atas dua zona, Miangas bergerak menuju Sabang hingga ke Blitar dan Zona Kedua yang dimulai dari Kota Rote Ndao di NTT bergerak menuju Merauke dan berakhir di Blitar, 5-8 Desember 2017.

Ada sejumlah kegiatan di setiap daerah yang dilintasi peserta Kirab Pemuda 2017, yakni Konsolidasi dan Deklarasi Pemuda untuk NKRI, Tapak Tilas Kebhinnekaan, Pawai Seni dan Budaya Pemuda, Festival dan Kompetisi Film Pendek Pemuda, Festival dan Kompetisi Band Indie Pemuda, Pameran Kreativitas Pemuda, Pergelaran Kreasi Busana Muslimah Pemuda, Talkshow, Workshop, dan Seminar, Temu Komunitas Pemuda Kreatif, Bakti Sosial Lingkungan Pemuda, Pemuda Membaca kitab Suci, Olahraga Rekreasi Bersama Pemuda, dan Color Nite Run. (Uli)