Pelaku Industri Wajib Lapor Perkembangan ke Disperindag Tangsel

FOTO: indolinear.com
Jumat, 30 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Sosialisasi Petunjuk Pengisian Informasi Industri pada pelaku industri. Sosialisasi dilaksanakan di Kampung Anggrek, Kecamatan Serpong pada Kamis, (29/10/2015).

Kabid Industri Disperindag Tangsel Ferry Payacun menyebut kegiatan sosialisasi kali ini fokus membahas mekanisme administrasi informasi industri. Sebab pelaku industri kecil maupun besar wajib membuat laporan perkembangan usahanya ke Pemkot Tangsel melalui Disperindag.

“Kali ini mengenai bagaimana melengkapi informasi industri. Dimana kita tahu setiap perusahaan industri wajib lapor dan memiliki Tanda Daftar Industri (TDI),” terang Ferry.

Hal tersebut diperuntukan sebagai langkah pengawasan pemkot agar menghindari adanya pelaku industri yang menyalahgunakan izin ataupun perlindungan terhadap usaha mereka.

Ferry menerangkan, bagi industri
dengan investasi di bawah Rp 200 juta, wajib melaporkan informasi industrinya per tahun. Batas akhir waktu pelaporan sampai tanggal 31 Januari tahun berikutnya.

“Laporan mencakup dari 1 Januari Hingga akhir Desember. Laporan itu dibuat paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya,” kata Ferry.

Sementara, bagi industri dengan nilai investasi mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 10 milyar, wajib membuat laporan informasi industrinya dua kali dalam setahun.

“Pertama laporan per-Januari sampai Juni, dan paling lambat diserahkan tanggal 31 Juli. Sementara per-tahunnya sama, mulai laporan dibuat 1 Januari sampai akhir Desember. Dimana paling akhir pelaporan tanggal 31 Januari tahun berikutnya,” beber dia.

Kategori jumlah nilai investasi tersebut, kata Ferry di luar harga tanah dan bangunan. Laporan informasi industri ini nantinya bakal jadi syarat sebuah perusahaan mendapat TDI.

“Ini penting juga sebagai kontrol pemerintah terhadap industri yang ada sebagaimana amanat undang-undang,” ungkapnya.

Sebanyak 50 perwakilan industri ambil bagian pada kegiatan sosialisasi itu. Ferry meminta seluruh industri yang ada terus ikut serta pada setiap kegiatan sosialisasi yang digelar Pemkot. Sebab, tak sepeserpun Pemkot memungut biaya pada setiap kegiatannya.

“Semua biaya sudah ditanggung pemkot. Acara ini gratis buat mereka,” ungkapnya.

Pembinaan industri jadi satu bidang yang terus digeber. Pihaknya ingin mempertahankan sumbangsih industri olahan dalam laju pertumbuhan ekonomi.

“Laju pertumbuhan ekonomi di Tangsel saat ini ada pada angka 8,48 persen. Sektor industri olahan Tangsel, menyumbang sekitar 14,5 persen dari total jumlah laju pertumbuhan ekonomi. Ini masuk kategori cukup tinggi,” klaim Ferry.(sophie)