Pelajar Karawang Yang Hobi Tawuran Ikuti Penataran Kedisiplinan Dan Bela Negara

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 14 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggelar apel penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan bagi pelajar SMP, SMA/ SMK se-Kabupaten Karawang, di Markas Kodim 0604 Karawang, pada Rabu (13/10/2021).

Penataran kedisiplinan dan bela negara itu diikuti oleh ratusan pelajar SMP, SMA/SMK.

Komandan Kodim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Haryo Widodo mengatakan penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan dilakukan menyusul terjadi sejumlah aksi tawuran, balap liar dan penyalanggunaan narkoba oleh para pelajar.

“Karena itu hari ini menimbulkan kesimpulan bagi Muspida untuk ada kebijakan yang think of the box untuk melakukan kegiatan ini oleh aparat TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, Pemkab Karawang dan unsur lainnya,” ucap Medi di Mako Kodim 0604 Karawang, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (13/10/2021).

Ada ratusan siswa dari 30 sekolah di Karawang yang mengikuti bela negara memiliki catatan khusus dari Guru Bimbingan Konseling (Guru BK) di sekolahnya.

“Yang kami bina di sini adalah follower yang sifatnya ikut-ikutan atau terpengaruh dalam kegiatan tawuran ataupun kenakalan pelajar lainnya,” ujarnya.

Medi menjelaskan kegiatan bela negara itu akan dilakukan selama satu pekan.

Selain dilatih kedisiplinan dan baris berbaris, mereka juga diberikan materi tentang wawasan kebangsaan, imbauan larangan penggunaan narkoba, maupun kerohanian dari Muspida, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam sepekan mereka menginap diawasi setiap aktifitasnya, mulai dari bangun pagi. Bagi muslim melaksanakan salat subuh, olahraga pagi, baris berbaris kemudian dilanjutkan dengan pembinaan serta pemberian materi wawasan kebangsaan.

“Jadi bukan hanya tindakan dari fisik saja namun juga diisi dengan wawasan kebangsaan, spritual dan rohani. Tujuannya supaya mereka berubah,” imbuh dia.

Medi mengharapkan setelah selesai satu pekan ini, para pelajar itu akan menjadi agen of change atau agen perubahan di sekolahnya.

Mereka bisa membawa siswa lain dalam kegiatan positif, dan merubah temannya untuk lebih baik.

“Karena kita tahu mereka itu kan biasa memimpin atau dipimpin tapi melakukan hal negatif. Nah nanti diharapkan setelah ini mereka memimpin atau dipimpin dapat membawa hal negatif dibelokkan ke hal positif,” tandasnya. (Uli)