Pegawai Tokopedia Bocorkan Empat Tips Bisnis Kuliner Online Bisa Laris

FOTO: Dream.co.id/indolinear.com
Minggu, 31 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seiring perkembangan teknologi, kegiatan jual beli mulai beralih ke online. Cara jual beli ini menjadi populer setelah kehadiran pandemi COVID-19.

Selama pandemi banyak sekali muncul penjual-penjual baru dan terjadi peningkatan penjualan dalam bidang makanan dan minuman.

“ Selama masa pandemi begini, banyak orang berjualan secara online, makanan siap saji atau siap masak banyak tersedia untuk dikonumsi di rumah,” kata AVP of Category Development for FMCG and Long Tail Categories Tokopedia, Jessica Stephanie Jap, dilansir dari Dream.co.id (29/01/2021).

Pandemi mengharuskan orang-orang untuk menerapkan jaga jarak agar tidak tertular oleh virus COVID-19. Inilah yang membuat orang-orang membeli makanan dari platform e-commerce, seperti Tokopedia Nyam.

Lalu, bagaimana jika ingin memulai bisnis makanan dan minuman secara online? Jessica membeberkan ada empat langkah yang bisa dilakukan.

Ini Rinciannya

Pertama, mulai saja dulu. Saat sudah mulai berpikir untuk membuka usaha, hal pertama yang dilakukan adalah memulainya terlebih dahulu. Jangan hanya rencana yang dibuat tetapi tidak dijalankan.

“ Jalanin saja. Misalnya, mau jualan jarum, ya, jualan jarum. Tidak perlu pikir jualan jarum, tapi tidak jalan-jalan,” kata pengusaha Mad Bagel, Anika Miranti.

Pengusaha Dimsum 49, Muhammad Kautsar, juga menyarankan agar tidak takut untuk memulainya.

Kedua, menyesuaikan keinginan pasar. Keinginan pasar harus bisa kita sesuaikan, mengetahui keinginan pasar bisa dengan mempelajari statistik toko, feedback dari konsumen, saran dan masukan dari konsumen. Ke depannya, produk yang dikeluarkan bisa disukai dan diminati serta dibeli pasar.

“ Buat sesuatu yang disukai pasar, berpikir bener ga sih produk ini ada pasarnya, bener ga sih rasa ini sesuai dengan pasar,” kata Kautsar.

Gigih

Ketiga, gigih. Banyak orang yang mau memulai usaha tanpa ada latar belakang yang memadai (bukan seorang yang kuliah marketing atau bisnis), tetapi harus mau belajar terus-menerus.

Kalau menemukan problem saat bisnis berjalan harus gigih mencari menemukan jalan keluarnya. Tidak boleh langsung menyerah dan merasa gagal.

“ Kalau ketemu masalah harus gigih cari solusi, kalo merasa ada yang salah harus segera dibenerin” tambah Anika.

Keempat, beradaptasi. Dalam situasi apapun harus bisa mengatasi tantangannya, terlebih di zaman pandemi seperti ini, yang baru dialami masyarakat luas. Harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Menyesuaikan lingkungan dan market pasar dari konsumen.

“ Seperti halnya saat pandemi begini, kita harus berpikir bagaimana cara inovasi produknya, bagaimana cara jualan bisa dari berbagai channel atau platform,” kata Anika. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: