Pedagang Hewan Kurban Mulai Buka Lapak, Pemkot Bekasi Bakal Adakan Rapid Test

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 30 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADIĀ PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pemerintah Kota Bekasi akan menggelar pemeriksaan virus corona atau Covid-19 ke sejumlah pedagang hewan.

Pemeriksaan tersebut berupa rapid test yang ditujukan untuk para pedagang hewan yang berasal dari zona merah.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan jika rapid test tersebut dilakukan sebagai antisipasi penularan virus corona dari pedagang ke pembeli hewan kurban.

“Pedagang hewan kurban kita akan rapid test, tentu utamanya mereka yang terindikasi khusus ini dari wilayah zona merah,” kata Tri di Bekasi, dilansir dari Tribunnews.com (29/06/2020).

Tri menjelaskan bukan hanya hewannya saja yang dites penyakit antraks atau lainnya.

Akan tetapi juga pedagangnya, khususnya yang datang dari zona merah.

“Bukan saja hewannya juga pendatangnya, hewannya itu kita periksa penyakitnya antraks nya”

Pagi para pedagang yang datang dari zona merah akan berstatus ODP dan diutamakan untuk menjalani rapid dan diawasi lebih.

Tri mengungkapkan pihaknya akan menyiagakan tim Puskesmas maupun RW siaga dalam pengawasan penjulan hewan kurban ini.

Terutama para penjual dadakan atau musiman yang datang dari luar daerah Kota Bekasi

Selain itu, Pemkot Bekasi juga menyiapkan RW siaga ataupun RW tangguh yang ikut dalam mengawasinya.

“Pedagang itu akan rapid test jika terindikasi. Kita dorong Puskesmas agar melihat masyarakat yang hadir itu”

“Oleh karena itu harapannya tempat-tempat terjadi dadakan, kita siapkan RW siaga RW tangguh lalukan pengawasan terkait pedagang yang hadir,” beber dia.

Tri menambahkan pemerintah diketahui telah menyiapkan aturan dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

Mulai pengaturan penjualan hewan kurban, Salat Idul Adha hingga proses pembagian daging hewan kurban yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Jadi kita sudah membuat protokol kesehatan terkait serangkaian perayaan Idul Adha, Idul kurban ini,” paparnya

Aturan dari Kementan

Kementerian Pertanian ( Kementan) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non-alam Covid-19.

Sebagaimana yang telah diketahui, umat muslim akan merayakan hari raya Idul Adha 1441 H pada 31 Juli nanti.

Dalam SE tersebut, Kementan menekankan pelaksanaan kurban dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan atau penyebaran Covid-19.

Di samping itu, Kementan juga memberikan rekomendasi terhadap kegiatan penjualan hewan kurban dan pemotongan hewan kurban yang aman Covid-19.

Kementan pun menekankan mitigasi risiko terhadap kegiatan kurban terutama pada tahap penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Aktivitas yang dilakukan pada tahapan mitigasi tersebut yaitu jaga jarak, penerapan hygiene personal, pemeriksaan kesehatan awal dan pelaksanaan kebersihan dan sanitasi.

Sementara itu, kegiatan kurban membutuhkan pembinaan dan pengawasan dari pemerintah, dinas pertanian di tingkat kabupaten dan kota serta instansi terkait lain.

Kementan pun menegaskan jika dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban masyarakat atau organisasi keagamaan harus berkoordinasi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan dan instansi yang membidangi fungsi keagamaan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: