Paus Fransiskus Sebutkan Tiga Kata Kunci Rumah Tangga

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 28 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Paus Fransiskus menulis surat untuk pasangan menikah, yang dirilis Minggu (26/12/20210).

Pemimpin rohani itu mendorong pasangan yang sudah menikah untuk mengingat tiga kata kunci dalam rumah tangga.

“Tolong, terima kasih, dan maaf,” kata Paus.

Melansir dari Tribunnews.com (27/12/2021), Paus juga mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah memperburuk beberapa masalah keluarga.

Paus Fransiskus menulis bahwa penguncian dan karantina memaksa keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Namun, ia mencatat bahwa kebersamaan yang dipaksakan seperti itu, terkadang menguji kesabaran, baik orangtura dan saudara kandung.

Menurut Paus, beberapa kasus menyebabkan konflik.

“Masalah yang sudah ada sebelumnya menjadi makin parah, menciptakan konflik yang dalam beberapa kasus menjadi hampir tak tertahankan. Bahkan banyak yang mengalami putusnya suatu hubungan,” tulis Francis.

Ia menawarkan dukungannya kepada keluarga-keluarga itu dan mengingatkan orangtua bahwa putusnya pernikahan sangat sulit bagi anak-anak, yang memandang orang tua mereka sebagai sumber stabilitas, cinta, kepercayaan, dan kekuatan yang konstan.

“Putusnya pernikahan menyebabkan penderitaan yang luar biasa, karena banyak harapan yang pupus, dan kesalahpahaman dapat menyebabkan pertengkaran dan luka yang tidak mudah disembuhkan,” tulis Paus Fransiskus.

“Anak-anak akhirnya harus menderita rasa sakit melihat orang tua mereka tidak lagi bersama.”

Ia mengimbau para orang tua untuk terus mencari bantuan untuk mengatasi konflik, termasuk melalui doa.

“Ingat juga bahwa pengampunan menyembuhkan setiap luka,” katanya.

Ia mengulangi pengulangan yang sering dia gunakan ketika bertemu dengan keluarga dan pasangan yang sudah menikah, menyebutkan tiga kata terpenting dalam pernikahan: “Tolong, terima kasih dan maaf.”

“Setelah setiap pertengkaran, jangan biarkan hari berakhir tanpa berdamai,” tulisnya.

Soroti penurunan angka kelahiran

Masih dalam pidato mingguannya di depan Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus meratapi penurunan angka kelahiran di Italia,

Ia memperingatkan bahwa penurunan tersebut merupakan ancaman bagi masa depan negara itu.

“Sepertinya banyak orang telah kehilangan keinginan untuk memiliki anak,” kata Paus.

“Banyak pasangan lebih memilih untuk tidak memiliki anak atau hanya memiliki satu anak. Ini adalah tragedi yang bertentangan dengan keluarga kita, negara kita dan masa depan kita,” tambahnya.

Kantor statistik ISTAT mencatat ada 404.892 kelahiran di Italia tahun lalu, turun 15.192 dari 2019.

ISTAT mengatakan penurunan kelahiran terus berlanjut tahun ini.

“Pandemi Covid-19 kemungkinan menjadi faktor penurunan tersebut,” terang ISTAT. (Uli)