Patut Ditiru, Pegawai DLH Kota Tangerang Manfaatkan Lahan Kantor Jadi Kebun

FOTO: rahmat/indolinear.com
Kamis, 25 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Ketersediaan lahan hijau di perkotaan makin sulit ditemukan, apalagi di kota-kota besar seperti Kota Tangerang. Namun, keterbatasan ini ternyata bukan hambatan bagi pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.

Lahan kosong di area belakang Kantor DLH Kota Tangerang telah disulap menjadi kebun dengan berbagai macam tanaman hijau, serta tempat budi daya lele. Hasil nyatanya dibuktikan berupa panen lele, kangkung, dan tanaman produktif lainnya, pada Kamis (25/6/2020).

Hadir pada kesempatan itu Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Hasil panen pun dibagikan kepada warga sekitar.

Arief berharap, ke depan DLH Kota Tangerang mampu menjadi laboratorium bagi masyarakat, sekolah-sekolah, dan swasta untuk mengembangkan lingkungan masing-masing dengan biaya sangat terjangkau. Dia menyebut, DLH Kota Tangerang berkebun dan budi daya lele tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Sudah kurang lebih setahun, semua swadaya dari pegawai. Contohnya tanaman Eucalyptus ini dari biji. Terus pohon durian, alpukat, mangga, dan nangka itu dari limbah masyarakat yang berjualan jus buah,” ucap Arief.

Berkebun secara mandiri, lanjut dia, dapat meringankan beban masyarakat akan kebutuhan sehari-hari. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita ingin meringankan beban masyarakat, jadi gak usah ke pasar beli sayur. Tanam aja sendiri, atau nanti bibitnya dari kita dan masyarakat tinggal nyiramin,” ujar Arief.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, sudah ada kurang lebih 5.000 tanaman yang berhasil tumbuh di kebun DLH. Menurut dia, hal tersebut merupakan upaya dari pegawai DLH untuk tidak hanya bisa teori saja, tetapi dalam praktiknya memang betul-betul bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Dengan cara pembibitan ini dapat menghemat pengeluaran APBD. Bulan depan rencananya kita akan distribusikan tanaman untuk sekolah Adiwiyata dan RW-RW yang masuk dalam program Proklim,” ucap Dedi.(rls/srh)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: