Pasukan AS Menyerah Tanpa Syarat Kepada Jepang Di Filipina

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 4 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta- Pada 6 Mei 1942, Jonathan Wainwright, Letnan Jenderal Amerika Serikat, menyerahkan semua pasukan negaranya di Filipina kepada Jepang.

Setelah kemenangan Jepang di Bataan, pulau Corregidor tetap menjadi benteng Sekutu terakhir di Filipina. Meskipun berhasil menenggelamkan banyak kapal tongkang Jepang ketika mendekati pantai utara di pulau itu, pasukan Sekutu tidak dapat lagi menahan penyerbu.

Jenderal Wainwright, yang baru naik pangkat menjadi letnan jenderal dan komandan angkatan bersenjata Amerika Serikat di Filipina, menawarkan untuk menyerahkan Corregidor kepada Jenderal Jepang, Homma.

Homma menginginkan kapitulasi lengkap dan tanpa syarat dari semua pasukan Amerika di seluruh Filipina, seperti dikutip dari Liputan6.com (02/06/2020).

Menyerah pada Tengah Malam

Jonathan Wainwright tidak punya banyak pilihan mengingat kondisi fisik pasukannya yang buruk dan dirinya sudah kehilangan 800 prajurit. Pada tengah malam, Wainwright menyerah. Semua 11.500 tentara Sekutu yang selamat dievakuasi ke benteng penjara di Manila.

Hinggal 1945, Jenderal Wainwright tetap menjadi POW. Pada 2 September 1945, Wainwright hadir di USS Missouri untuk upacara penyerahan resmi Jepang. Selain itu, ia juga akan dianugerahi Medali Kehormatan Kongres oleh Presiden Harry S. Truman. Pada tahun 1953, Wainwright meninggal dunia, tepatnya delapan tahun sebelum upacara penyerahan Jepang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: