Pasien Ketakutan Terinfeksi Virus Corona, Sengaja Semburkan Batuk Ke Perawat

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 12 Mei 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Dampak virus corona yang mematikan telah membuat siapa saja yang merasa terjangkit menjadi stres dan panik.

Begitu pula dengan seorang pria di Kota Xiaogan, Provinsi Hubei, China, yang merasa panik setelah tahu rumah sakit kehabisan obat.

Karena kesal rumah sakit kehabisan obat, dia tiba-tiba membuka masker dan langsung menyemburkan batuk ke dua petugas yang berjaga.

Menurut laman Shangyou News, pria itu mulai merasa demam setelah pulang dari Wuhan. Awalnya, dia pergi ke Rumah Sakit Pusat Xiaogan untuk mendapatkan perawatan tapi belum sembuh, dilansir dari Dream.co.id (11/05/2020).

Pria itu kemudian pindah ke rumah sakit wanita dan anak di kota itu untuk memeriksakan diri kedua kalinya pada Senin, 27 Januari 2020.

Marah Saat Tahu Obat Habis

Setelah mendapat resep dari dokter, pria itu segera menuju tempat untuk menebus obat. Dalam rekaman CCTV rumah sakit, terlihat pria itu menyerahkan kartu ke petugas yang berjaga.

Namun setelah diberitahu bahwa rumah sakit kehabisan persediaan obat yang tertulis di resep tersebut, pria itu marah-marah.

Pria itu meminta uang kembali kepada petugas karena tidak mendapatkan pelayanan yang dibutuhkannya.

Selain itu, dia tiba-tiba membuka masker dan menyemburkan batuk ke masing-masing petugas rumah sakit. Kedua petugas itu langsung berdiri dan menjauh.

Hanya Menderita Sakit Flu Biasa

Dalam video seorang wanita terdengar menjelaskan bahwa pria itu menderita demam tinggi 39 derajat selama empat hari.

Namun menurut wakil rumah sakit, pria itu sebenarnya hanya menderita flu dan demam biasa, bukan karena virus corona.

Setelah pria itu pergi, area itu langsung disterilkan dan rumah sakit melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Pria itu akhirnya ditemukan dan bersedia untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.

” Peristiwa ini membuat banyak staf kami marah. Tapi kita bisa mengerti bagaimana perasaan pasien pada saat itu. Kami juga tidak ingin menimbulkan masalah baginya,” kata direktur rumah sakit. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya