Pasien Disabilitas Bangun saat Operasi, Tak Bisa Beritahu Dokter Karena Kemampuan Bicaranya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 17 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Australia – Seorang pasien disabilitas terbangun saat operasi namun tak bisa memberitahu dokter karena ia mengalami keterbatasan berbicara.

Corey Burke (25) berkata proses operasinya tidak menyakitkan tapi sangat tidak nyaman saat anestesi yang diberikan padanya tidak bekerja.

Pria asal Queensland, Australia itu memiliki disabilitas intelektual dan biasanya selalu didampingi mentor, dilansir dari Tribunnews.com (16/12/2020).

Namun saat itu, dokter meminta sang mentor meninggalkan ruangan operasi.

Karena keterbatasannya, yang disebut Burke sebagai ‘disabilitas tak terlihat’, ia tidak bisa berkomunikasi dengan dokter.

Ia tak berdaya untuk menghentikan operasi meski ia bisa merasakan semuanya.

Melaporkan kepada Royal Commission disabilitas Australia, Burke menceritakan kembali ketika ia dioperasi.

“Saya masih sadar dan mencoba memberitahu mereka tapi mereka tetap melakukan operasi,” katanya.

Burke mengatakan adrenalinnya sering naik sebelum menjalani operasi dan tubuhnya akan melawan efek anestesi.

Ia menambahkan bahwa operasi itu tidak menyakitkan tetapi sangat tidak nyaman.

“Orang dengan kebutuhan khusus membutuhkan sedikit perhatian ekstra, terutama jika mereka merasa cemas atau gugup,” kata Burke.

“Jika seseorang mengalami krisis, itu mungkin bukan bagian dari kecacatannya dan itu bukan karena mereka orang jahat.”

Burke ingin para dokter mendapatkan lebih banyak pelatihan untuk menangani orang-orang yang memiliki disabilitas.

Dia berkata, “Orang tidak tahu bahwa saya penyandang disabilitas. Disabilitas saya ini tidak terlihat.”

“Terkadang perawat tidak tahu saya memiliki disabilitas sampai mereka berbicara dengan saya.”

Burke mengatakan ia menggunakan “toolkit” yang terdiri dari selimut pengaman dan item sensorik lainnya yang membantu mengatasi kecemasannya.

Para ahli mendukung panggilan Burke yang mengatakan kepada panel Royal Commission bahwa perlu ada pelatihan yang lebih baik bagi para dokter untuk memahami orang-orang dengan disabilitas kognitif.

Audiensi publik ke-10 dari Royal Commission disabilitas Australia kini tengah memeriksa bagaimana profesional medis Australia dapat memperlakukan pasien dengan disabilitas kognitif dengan lebih baik. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: