Pasca-Lebaran, Sebanyak 1.818 Orang Mengajukan Permohonan Jadi Warga Kota Bekasi

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 22 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi mencatat sebanyak 1.818 warga pendatang baru pasca-Lebaran yang mengajukan permohonan pindah menjadi warga Kota Bekasi.

Hal itu berdasarkan data Disdukcapil Kota Bekasi pertanggal 9 Mei-19 Mei 2022.

“Hasil cek database kami, sepanjang tanggal 9 sampai dengan 19 Mei 2022, ada 1.818 permohonan pindah menjadi warga Kota Bekasi berdasarkan SKPWNI dari masing-masing daerah asalnya,” kata Kadis Disdukcapil Kota Bekasi, Taufik Rahmat Hidayat, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (21/05/2022).

Menurut Taufik, data ini kemungkinan akan terus bertambah.

Sebab pendataan baru dapat dilakukan setelah satu pekan setelah Lebaran.

Namun, jika dibandingkan dengan data warga Kota Bekasi yang mengajukan permohonan pindah keluar, jauh lebih banyak dari pada yang pindah datang.

“Tapi masih lebih banyak warga Kota Bekasi yang pindah keluar. Berdasarkan SKPWNI yang diterbitkan Disdukcapil Kota Bekasi selama periode 9 sedang 19 Mei 2022 sudah ada 2776 orang,” katanya.

Jika melihat data yang ada permohonan pindah keluar lebih banyak dari pada pindah datang, Taufik beralasan karena Kota Bekasi yang notabenenya masuk dalam wilayah aglomerasi menjadi transit bagi para pendatang.

Ia mencontohkan beberapa pendatang lebih memilih tinggal di Kota Bekasi karena biaya menyewa rumah lebih murah, dibandingkan dengan Ibu Kota.

Sehingga dengan perjalannya 2 sampai 3 tahun, setelah memiliki finansial yang cukup pindah dari Kota Bekasi.

“Setelah 2 tahun di Bekasi, ternyata mereka mau pindah ke Jakarta, akhirnya yang di Bekasi nya dia pindahkan ke Jakarta misalnya contoh seperti itu. Karena Bekasi itu kota transit, jadi pindah datang itu tidak bisa kita hindari pasti lebih besar,” katanya.

Taufik mengaku memang warga yang pindah keluar memiliki banyak faktor.

Bisa karena menikah, pendidikan, ataupun memang terkait pekerjaan.

Sehingga dirinya tidak bisa memastikan kepindahan warga tersebut terkait hal apa.

“Jadi memang banyak hal yang memang kita amati, tapi untuk secara keseluruhan, seringkali warga itu saat mengisi formulir permohonan pindah itu tidak secara spesifik mengisi alasan kepindahannya,” ucapnya.

loading...