Parlemen Rusia Siap Untuk Mendorong Kerjasama Dengan Indonesia

FOTO: kumparan.com/indolinear.com
Kamis, 8 April 2021
loading...

Indolinear.com, Moskow – “Duma Negara (Majelis Rendah Parlemen) siap untuk mendorong kerja sama, tidak hanya antar Parlemen dan Pemerintah, namun juga menghubungkan dunia usaha kedua negara”, ungkap Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Indonesia dan Rusia di Duma Negara Rusia, Denis Kravchenko.

Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares, di Moskow pada Selasa (06/04). Pertemuan turut dihadiri oleh anggota Kelompok Persahabatan Parlemen, Alexey Lyashchenko. Demikian berita yang diterima dari KBRI Moskow.

“Kerja sama antara Parlemen merupakan komponen penting dalam kerja sama bilateral Rusia dengan Indonesia”, ujar Dubes Jose Tavares, dilansir dari Kumparan.com (07/04/2021).

Kedua pihak sependapat bahwa saat ini hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dan Rusia masih perlu terus ditingkatkan untuk dapat mencerminkan potensi besar yang sesungguhnya.

“Rusia saat ini memfokuskan kebijakan untuk mendorong kerja sama dengan negara-negara di Timur (look east policy). Tidak hanya dengan mitra tradisional seperti Tiongkok, namun juga dengan Indonesia”, tutur Kravchenko.

Pertemuan membahas berbagai topik yang menjadi perhatian kedua pihak untuk pengembangan kerja sama lebih lanjut antara Indonesia dan Rusia, termasuk di bidang penerbangan, alutsista militer, teknologi roket dan satelit, pembangkit listrik, farmasi, serta pariwisata.

Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama Dubes Jose Tavares dengan Anggota Duma Rusia karena selama ini masih terdapat pembatasan pertemuan akibat pandemi Covid-19.

Kedekatan Parlemen Indonesia dan Rusia tercermin dengan kehadiran Kelompok Persahabatan di kedua Kamar majelis pada masing-masing parlemen, baik antara DPR RI dengan Duma Negara, serta antara DPD RI dengan Dewan Federasi Rusia.

Duma Negara adalah Majelis Rendah Parlemen Rusia beranggotakan maksimal 450 orang dan dipilih melalui Pemilu. Pertemuan terakhir antara DPR RI dan Duma Negara dilakukan di Moskow pada saat kunjungan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI ke Rusia pada Oktober 2017. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: