Parlemen Rusia Memilih Hukuman Penjara Untuk Pelaku Ujaran Kebencian

FOTO: kontan.co.id/indolinear.com
Kamis, 7 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Moskow – Majelis rendah parlemen Rusia menyetujui dalam pembacaan ketiga dan terakhirnya pada hari Rabu (23/12/2020), sebuah rancangan undang-undang tentang menjatuhkan hukuman penjara bagi orang-orang yang dinyatakan bersalah dalam membuat ujaran kebencian atau menyebar berita palsu di internet atau di media.

Dilansir dari Kontan.co.id (06/01/2021), RUU itu, yang masih membutuhkan persetujuan majelis tinggi dan tanda tangan Presiden Vladimir Putin untuk menjadi undang-undang, telah menuai kritik dari penentang Kremlin yang mengatakan pihak berwenang dapat menggunakannya untuk memenjarakan para kritikus dan membungkam perbedaan pendapat.

Di bawah rancangan undang-undang, seseorang yang dihukum karena fitnah di internet dapat dipenjara hingga dua tahun dan didenda hingga 1 juta rubel (US$ 13.300).

Teks RUU tersebut mengatakan, orang-orang yang dituduh membuat tuduhan fitnah atau ujaran kebencian lainnya dapat menghadapi hukuman lima tahun di balik jeruji besi.

Kritikus Kremlin Alexei Navalny menyarankan bahwa jika RUU itu menjadi undang-undang, RUU itu harus digunakan melawan otoritas Rusia.

“Saya ingat betul bagaimana Putin menyatakan kemenangan atas virus corona musim panas ini,” tulis Navalny di Twitter, mengacu pada lonjakan infeksi Covid-19 yang dimulai segera setelah pernyataan presiden.

Rusia telah memperkenalkan undang-undang internet yang lebih ketat dalam beberapa tahun terakhir yang mengharuskan mesin pencari untuk menghapus beberapa hasil pencarian, dan layanan pesan untuk berbagi kunci enkripsi dengan layanan keamanan.

Tahun lalu Rusia memberlakukan denda baru bagi orang-orang yang menghina pihak berwenang secara online atau menyebarkan berita palsu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: