Parlemen Inggris Menyelidiki Terkait Hubungan Demensia Dan Olahraga

FOTO: republika.co.id/indolinear.com
Kamis, 4 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Inggris – Penyelidikan dilakukan oleh Parlemen Inggris terkait hubungan olahraga dengan cedera otak jangka panjang. Anggota Parlemen akan mempertimbangkan kaitan trauma kepala dan demensia serta bagaimana mengurangi risiko.

Tahun lalu Si Bobby Charlton menjadi pemain kelima dari skuad Inggris yang memenangkan Piala Dunia 1966 yang didiagnosis menderita demensia. Penyelidikan yang dimulai pada 9 Maret akan mempertimbangkan bukti ilmiah yang ada serta mendegar dari para pemain dan badan pengatur.

Penyelidikan tak akan mempertimbangkan materi yang terlibat dalam proses hukum yang sedang berlangsung namun lebih melihat implikasi potensial dari tindakan hukum dan apa dampaknya terhadap olahraga dalam jangka panjang.

Ketua Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga, Julian Knight mengatakan Parlemen akan melihat secara khusus pada peran apa yang harus diambil Badan Pengatur Nasional serta tanggungjawabnya dalam memahami risiko. Termasuk tindakan apa yang harus diambil guna mengurangi risiko.

“Kami melihat sejumlah kasus yang melibatkan cedera otak dalam olahraga kemungkinan akan mencapai pintu pengadilan hukum kami dan kami juga akan melihat implikasi olahraga dalam jangka panjang dari setiap klaim hukum yang berhasil,” jelasnya dilansir dari Republika.co.id (03/03/2021).

Menteri Kebudayaan Inggris Oliver Dowden menyambut baik rencana penyelidikan ini. Itu menyusul masalah ini merupakan problem serius yang harus segera dicarikan solusi. Sebuah studi pada 2019 menunjukkan pesepakbola tiga setengah kali lebih mungkin meninggal karena penyakit neurodegenaratif.

Bulan lalu mantan bek Skotlandia dan Manchester United, Gordon McQueen didiagnosis demensia vascular. Adapun mantan striker Inggris Geoff Astle meninggal karena penyakit tersebut pada 2002.

Ahli bedah saraf, Dr Willie Stewart yang memimpin penelitian tentang hubungan sepakbola dengan demensia memperingatkan bahwa masalah ini tak hanya terjadi pada pesepakbola di zaman dulu namun juga di era modern.

Pedoman heading tahun lalu diubah di Inggris, Irlandia Utara dan Skotlandia. Itu untuk mendorong para pelatih tak berlatih heading sama sekali dalam latihan kepada anak hingga usia sekolah dasar. Dalam permainan profesional, pemain pengganti gegar otak sedang diujicobakan di Liga Inggris dan Piala FA dan pedoman tersebut dicoba diperkanalkan pada pelatihan di usian anak-anak.

Asosiasi Sepakbola mendukung dua studi penelitian untuk memeriksan mantan pemain profesional demi mengetahui tanda-tanda awal degenerasi neurokognitif. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: