Parlemen Indonesia Berkomitmen Untuk Tangani Perubahan Iklim

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Rabu, 10 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Penanganan perubahan iklim membutuhkan pelibatan multipihak baik di level global maupun nasional. Parlemen, melalui fungsi legislasi, pengawasan, anggaran dan representasi, memegang peran penting dalam memastikan pelaksanaan tujuan perubahan iklim yang terkandung dalam Paris Agreement sebagai perjanjian internasional utama tentang perubahan iklim yang mengikat secara hukum.

Pimpinan dan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang menjadi bagian dari anggota parlemen seluruh dunia, berkomitmen untuk mengambil tindakan mendesak terhadap perubahan iklim di UNFCCC COP26. Hal tersebut, diutarakan para anggota parlemen yang berkumpul di Glasgow dalam pertemuan yang diselenggarakan Inter-Parliamentary Union (IPU) dan British Group of the IPU (BGIPU). Pada kesempatan tersebut, Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon menjadi narasumber di sesi Advocacy. Dalam paparannya, Fadli menggarisbawahi mengenai ekonomi hijau, serta peran parlemen dalam mendorong pemerintah mewujudkan visi penggunaaan energi bersih dan mencapai Net Zero Emission,dilansir dari Dpr.go.id (09/11/2021).

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Sihar Sitorus pada kesempatan itu menyampaikan intervensi di sesi Climate Finance dengan menekankan stimulus fiskal saat ini lebih diarahkan pada upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi selayaknya tidak membuat masyarakat internasional melupakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Selain itu, Sihar Sitorus juga mendorong pemenuhan komitmen negara maju, baik dari sisi pendanaan maupun transfer teknologi. Turur hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera, Hafisz Thohir, Putu Supadma Rudana, serta Anggota BKSAP Andi Achmad Dara. (Uli)