Parah, Perusahaan Ilegal pun Diduga Ikut Bakar Lahan

Rabu, 28 Oktober 2015
loading...

KAYONG UTARA – Dari bencana kabut asap yang melanda pulau Kalimantan dan Sumatera, satu per satu kebobrokan pengelolaan hutan dan lahan di daerah terungkap. Tak jarang situasi ini didukung oleh lemahnya pemerintah daerah dalam menerapkan aturan.

Setelah sebelumnya ditemukan Pergub yang mengizinkan pembakaran lahan di Kalimantan Tengah, kini ada kasus perusahaan ilegal di Kalimantan Barat yang melakukan pembakaran lahan. Terkait hal ini, Bupati Kayong Utara, Kalimantan Barat, Hildi Hamid mengkui bahwa lahan perkebunan sawit PT Swadaya Multi Perkasa (SMP) yang terbakar sebetulnya beroperasi secara ilegal, lantaran HGU lahannya tidak lagi diperpanjang.

“Betul di sini ada lahan perkebunan sawit yang dikelola PT SMP terbakar. Tapi sebetulnya, beberapa tahun belakangan perusahaan itu beroperasi tanpa izin pemerintah daerah,” kata Hildi Hamid, kepada wartawan, di rumah dinasnya, di Kayong Utara, Kalimantan Utara, Sabtu (24/10/2015).

Menurut Hildi, PT SMP beroperasi berdasarkan HGU yang dikeluarkan tahun 2005 oleh Kabupaten Ketapang sebagai kabupaten induk Kayong Utara yang dimekarkan pada tahun 2007.

“Saat ini, izin HGU PT SMP sudah kedaluwarsa dan tetap ngotot mengurus perpanjangan HGU-nya kepada pemerintah Kabupaten Ketapang sedangkan lahan sawitnya terletak dalam wilayah Kayong Utara,” ungkap Hildi.

Sebenarnya pada tahun 2014 lalu, kata dia pemkab bersama DPRD Kayong Utara sudah menulis surat ke Badan Pertanahan Nasional Propinsi Kalimantan Barat dan instansi lainnya agar tidak memperpanjang izin HGU PT SMP.

“Ada dua alasan hukum yang memaksa Pemkab Kayong Utara menolaknya. Pertama tidak mau berurusan dengan kami dan kedua ada dugaan tindak pidana kredit yang dilakukan PT SMP yakni menyalahgunakan dana revitalisasi yang kasusnya saat ini sedang diusut aparat penegak hukum. Kasus terbaru PT SMP lahan yang terbakar tersebut diduga sengaja dibakar untuk menambah lahan baru,” jelasnya.

(fas/jpnn/ril)

Sumber : Pojoksatu.id

loading...