Para Tokoh Sampaikan Penghormatan Dan Belasungkawa Untuk Colin Powell

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 20 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ucapan belasungkawa dan penghormatan untuk Colin Powell mengalir dari seluruh dunia.

Colin Powell, menteri luar negeri kulit hitam AS pertama, meninggal dunia karena komplikasi Covid-19 pada Senin (18/10/2021).

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh keluarga Powell melalui Facebook.

Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada staf medis.

“Dia sudah divaksinasi lengkap. Kami ingin berterima kasih kepada staf medis di Pusat Medis Nasional Walter Reed atas perawatan mereka yang penuh perhatian.

“Kami telah kehilangan suami, ayah, kakek, dan orang Amerika yang luar biasa dan penyayang,” kata keluarga Powell, seperti dikutip dari Tribunnews.com (19/10/2021).

Jenderal bintang empat itu telah berperan penting dalam membentuk kebijakan luar negeri administrasi kepresidenan Partai Republik selama beberapa dekade.

Ucapan Belasungkawa dan Penghormatan

  1. Joe Biden

Presiden AS, Joe Biden, mengatakan, Powell telah “mewujudkan cita-cita tertinggi dari prajurit dan diplomat”.

“Dia berkomitmen untuk kekuatan dan keamanan bangsa kita di atas segalanya. Setelah bertempur dalam perang, dia memahami lebih baik daripada siapa pun bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran kita,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

“Dari pandangan sejarahnya, menasihati presiden dan membentuk kebijakan negara kita, Colin memimpin dengan komitmen pribadinya pada nilai-nilai demokrasi yang membuat negara kita kuat,” lanjutnya.

  1. George W Bush

Mantan Presiden AS, George W Bush, mengatakan Powell pernah mendapat penghargaan Presidential Medal of Freedom.

“(Powell) sangat difavoritkan oleh para Presiden hingga mendapatkan Presidential Medal of Freedom, dua kali. Dia sangat dihormati di dalam dan luar negeri,” katanya.

“Dan yang paling penting, Colin adalah seorang pria keluarga dan seorang teman,” imbuhnya.

  1. Tony Blair

Tony Blair, yang merupakan perdana menteri Inggris selama perang melawan Irak, mengatakan Powell memiliki kemampuan dan integritas yang luar biasa.

“Dia luar biasa untuk diajak bekerja sama, dia menginspirasi kesetiaan dan rasa hormat dan merupakan salah satu pemimpin yang selalu memperlakukan orang-orang di bawah mereka dengan kebaikan dan perhatian,” kata Blair.

  1. John Major

Mantan Perdana Menteri Inggris, John Major, mengatakan bahwa Powell merupakan salah satu pria terbaik yang pernah ia temui.

“Colin Powell adalah salah satu pria terbaik yang pernah saya temui. Dan, mungkin, salah satu orang Amerika terbaik yang tidak pernah menjadi presiden.”

“Baik di militer maupun di pemerintahan dia memimpin dengan otoritas yang tenang, dan menjadi inspirasi bagi semua orang yang bertugas di sampingnya,” kata Major.

Major juga mengatakan, Powell adalah pelayan publik sejati.

“Selama Perang Teluk pertama sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS, kami tidak dapat mengharapkan sekutu yang lebih kuat, atau orang yang mendapat kasih sayang dan rasa hormat dari Angkatan Bersenjata kami sendiri.”

“Sepanjang karirnya yang panjang dan luar biasa, Colin melayani dengan sangat hormat. Dia adalah pelayan publik sejati, yang dengan bangga saya sebut sebagai teman,” ujarnya.

  1. Emir Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Joe Biden, penguasa Kuwait, Emir Sheikh Nawaf al-Ahmad Al Sabah menyatakan belasungkawa yang tulus dan simpati atas kematian Powell.

Ucapan belasungkawa tersebut mengingatkan sikap terhormat Powell terhadap negara Kuwait dan mendukung tujuannya yang adil.

  1. Barack Obama

Powell, seorang Republikan, mendukung mantan Presiden AS, Barack Obama, dalam pemilihan presiden 2008 dan 2012.

“Jenderal Powell membantu satu generasi anak muda mengarahkan pandangan mereka lebih tinggi,” kata Obama dalam penghormatannya kepada Powell yang diunggah di Twitter.

“Dia tidak pernah menyangkal peran yang dimainkan ras dalam hidupnya sendiri dan dalam masyarakat kita secara lebih luas,” kata Obama.

“Tetapi dia juga menolak untuk menerima bahwa ras akan membatasi mimpinya, dan melalui kepemimpinannya yang mantap dan berprinsip, membantu membuka jalan untuk begitu banyak orang yang akan mengikuti,” tuturnya. (Uli)