Para Pelayat Justru Tertawa Saat Mendengar Permintaan Terakhir Pria Ini

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 17 Oktober 2019

Indolinear.com, Irlandia – Seorang pria asal Dublin, Irlandia, membuat permintaan terakhir yang membuat keluarga dan teman-teman yang hadir di pemakamannya tertawa.

Shay Bradley, seorang veteran Pasukan Pertahanan Irlandia, mengetahui bahwa hidupnya sudah tak lama lagi karena penyakit yang dideritanya.

Dia pun menyiapkan sebuah kejutan yang akan membuat orang-orang yang menghadiri pemakamannya tertawa alih-alih bersedih.

Hari pemakaman Bradley pun tiba, dengan kakek dari delapan cucu itu siap dimakamkan di pemakaman umum Bohernabreena di Kilnamanagh, Dublin, pada 12 Oktober lalu.

Peti tempat jenazah Bradley sudah dimasukkan ke dalam liang lahat dan hendak dikubur.

Namun mendadak muncul suara dari dalam peti.

“Halo, halo, keluarkan saya!” bunyi suara yang terdengar dari dalam peti, dilansir dari Tribunnews.com (16/10/2019).

“Di mana saya? Biarkan saya keluar. Di sini gelap.”

“Apakah itu suara pendeta yang saya dengar? Ini Shay, saya ada di dalam kotak.”

“Tidak, saya di depan kalian. Saya mati,” lanjut suara itu.

Suara itu ternyata adalah rekaman yang sengaja dibuat Bradley untuk diputarkan di hari pemakamannya.

Itu menjadi permintaan terakhirnya, setelah Bradley mengetahui bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

Dia ingin membuat keluarganya tertawa daripada menangis di pemakamannya.

Mendengar rekaman itu, para pelayat pun tertawa dan menangis.

Momen pemakaman yang diwarnai tawa para pelayat itu direkam oleh putri mendiang yang kemudian mengunggahnya ke media sosial Facebook dan menjadi viral.

“(Ini) adalah permintaan terakhir ayah saya, selalu menjadi orang iseng,” tulis putrinya, Andrea, dalam postingan di Facebook.

“Kau berhasil mengerjai mereka Poppabear, dan memberi kami semua tawa tepat di saat kami membutuhkannya!”

“Aku menyayangimu selamanya. #shayslastlaugh,” lanjut pesan tersebut.

Andrea juga menuliskan pesan serupa di akun Twitter miliknya.

“Pria yang luar biasa.. membuat kami semua tertawa ketika kami sangat sedih…”

“Aku mencintaimu selamanya Poppabear. #shayslastlaugh,” tulisnya.

Upacara pemakaman Bradley juga dihadiri para veteran dari Pasukan Pertahanan Irlandia, yang kemudian berkomentar tentang kejutan yang disiapkan mendiang di pemakamannya sendiri.

“Ada yang bertanya beberapa hari lalu, apa beda antara lelucon militer dengan sipil.”

“Sederhana saja. Kelam. Video ini menjelaskan semuanya,” tulis mereka di Facebook.

Bradley meninggal pada 8 Oktober lalu, sebelum dimakamkan empat hari kemudian di Pemakaman Bohernabreena.

Dia meninggalkan seorang istri, Anne, empat orang anak, Jonathan, Susanne, James, dan Andrea, serta delapan cucu. (Uli)

INDOLINEAR.TV