Panglima TNI Menerima Kunjungan Kehormatan Kepala Staf Gabungan Portugal

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 7 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Portugal, Admiral Antonio Silva Riberio, bertempat di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Selasa (6/8/2019).

Hadi mengatakan kunjungan tersebut merupakan kehormatan baginya dan segenap jajaran TNI.

“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dan segenap jajaran TNI. Selaku Panglima TNI, saya yakin pertemuan ini sangat bermanfaat dalam memberikan kontribusi positif bagi peningkatan hubungan personal maupun institusi kedua negara,” kata Hadi sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) H Agus Cahyonon dilansir dari Tribunnews.com (06/08/2019).

Hadi menyampaikan bahwa saat ini TNI sedang membangun dan meningkatkan kemampuan alutsista dan sumber daya manusia agar TNI menjadi lebih profesional.

“TNI juga sedang meningkatkan kontribusinya dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB. TNI mendukung kebijakan Pemerintah untuk dapat mengirim 4.000 personel penjaga perdamaian,” kata Hadi.

Diakhir pertemuan, Hadi berharap ke depannya Indonesia dan Portugal dapat menjalin kerja sama di bidang pertahanan dan militer.

“Semoga ke depan kerja sama pertahanan dan militer kedua negara akan semakin maju dan berkembang serta memberikan dampak strategis dan perluasan pemahaman pada peningkatan hubungan dan kerja sama antara TNI dan Portugal,” kata Hadi.

Pada kesempatan yang sama Antonio memperkenalkan diri sebagai Chief of General Staff (Kepala Staf Gabungan) Portugal dengan didampingi Dubes LBBP Portugal untuk Republik Indonesia.

Antonio juga menyampaikan keinginan untuk mengadakan kerja sama di bidang pertahanan maupun militer dengan Indonesia karena menganggap Indonesia merupakan negara yang penting dan strategis di kawasan Asia Tenggara.

“Kerja sama kedua negara khususnya dalam bidang militer dan pertahanan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, seperti pendidikan, pelatihan, penanggulangan bencana dan industri pertahanan,” kata Antonio.

Antonio juga menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua Angkatan Bersenjata dapat dilakukan tidak hanya dalam hal penanggulangan bencana dan misi pemeliharaan perdamaian, melainkan juga keamanan maritim.

“Hal ini dapat diwujudkan dengan tukar menukar pengalaman dan belajar satu sama lain guna peningkatan kemampuan kedua Angkatan Bersenjata,” kata Antonio.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, Waasintel Panglima TNI Brigjen TNI Mar R Widad Prasojo Ajie, dan Kapuskersin TNI Laksma Didik Kurniawan. (Uli)