PANDI Siapkan Domain Aksara Jawa Dapat Digunakan Pertengahan Tahun 2020

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 12 Februari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Yudho Giri Sucahyo merencanakan tahun 2020 skrip aksara Jawa atau Hanacaraka dapat digunakan untuk nama domain dot ID. Langkah ini merupakan sebagai wujud preservasi budaya Indonesia.

“Jadi domain dengan menggunakan skrip Aksara Jawa ini bentuk melestarikan warisan budaya kita. Nantinya, aksara dari daerah lain seperti Sunda, Bugis, Lampung, Batak, dan lain sebagainya itu menyusul,” katanya di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com (11/02/2020).

Dilanjutkannya, sejauh ini proses untuk mewujudkan Internationalized Domain Name (IDN) itu, pihaknya masih terus menyiapkan syarat-syarat yang diminta oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

ICANN merupakan organisasi dunia yang berwenang membuat nama dan nomor alamat internet (IP-Address) dan Top Level Domain (TLD).

“Pertengahan tahun 2020 ini mudah-mudahan bisa terlaksana,” ungkapnya.

Rencana ini, kata Yudho, sudah mendapatkan restu dari Keraton Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), dan dalam waktu dekat akan meminta dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Rencana Lama

Yudho mengatakan, pada dasarnya usulan mengenai dibuatnya IDN aksara ini sudah muncul lama. Bahkan sebelum kepengurusannya. Hanya saja, rencana ini makin serius saat PANDI berdiskusi dengan pihak Keraton Yogyakarta.

“Nah, pihak Keraton Yogyakarta itu pun setuju dengan ide tersebut. Mereka sendiri kan sebetulnya punya naskah-naskah digital. Itu sudah mulai dionline-kan. Problemnya yang dionline-kan buku kuno mereka, difoto, dan fotonya dipampang. Dari kami sendiri itu inginnya gak begitu. Inginnya itu jadi huruf Jawa yang bisa kita aplikasikan,” jelas dia.

Meski begitu, yang paling perlu diperhatikan adalah ketika IDN aksara Jawa sudah didapatkan, selanjutnya terkait dengan konten. Ia berharap konten-konten terkait dengan aksara Jawa juga akan semakin banyak.

“Lebih berat lagi itu menumbuhkan konten-konten beraksara Jawa. ICANN itu juga mengatakan hal itu. Domain satu hal, tetapi numbuhin konten beda hal lagi,” ungkap dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: