Pandemi Memberikan Dampak Signifikan Terhadap Kunjungan Ke Museum DPR

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Kamis, 20 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak dalam perubahan gaya hidup masyarakat. Tidak hanya  industri yang semakin mengalami disrupsi sebagai dampak penggunaan media digital yang semakin masif, museum yang merupakan tempat untuk mengenalkan berbagai bukti sejarah seperti artefak maupun koleksi lainnya  yang dapat dinikmati masyarakat terbuka pun juga menerima dampak yang signifikan.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengungkapkan hal tersebut dalam webinar bertema ‘Masa Depan Museum Setelah Pandemi: Memulihkan dan Mengemas Ulang’ yang diselenggarakan Bagian Humas dan Pengelola Museum Setjen DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Dpr.go.id (19/05/2021).

“Dari segi kunjungan (ke museum) terjadi penurunan jumlah kunjungan secara signifikan, sejumlah 60 persen dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi terjadi. Begitu pula dengan kegiatan publik sebagai museum yang menjalin erat ikatan publik dengan komunitas museum,” ujar Indra.

Indra melanjutkan, hal yang sama juga dirasakan museum-museum lain baik di tingkat nasional maupun internasional, terlebih bagi museum yang mandiri secara finansial. Dalam paparan Sadiah Boonstra, kurator sekaligus sejarawan, sebanyak 90 persen museum mengalami dampak pandemi Covid-19 dengan menurunnya jumlah pengunjung dan 10 persen lainnya museum tutup dan tidak akan pernah buka kembali.

Kejadian ini menurut Indra sangat berdampak pada sisi pendapatan museum maupun terhadap nasib ekonomi sumber daya manusia (SDM) museum yang bekerja di dalamnya. Meski begitu, dia menilai pandemi tidak membuat museum kehilangan motivasi, inovasi dan kreativitas.

“Museum tetap konsisten dengan mengadopsi potensi kreatif budaya dan menjaga ikatan dengan publik meski dengan suasana yang berbeda museum diharapkan adaptif terhadap kondisi zaman saat ini. untuk melangkah ke zaman yang baru diperlukan inovasi dan eksperimen yang harus dicetuskan museum,” terang Indra.

Sejalan dengan hal tersebut, Museum DPR, yang merupakan salah satu museum yang mengkomunikasikan media digital dan media nondigital sebagai media interaktif museum, selalu berupaya adaptif terhadap paradigma baru ilmu permuseuman yang ada saat ini.

Di sisi lain, Indra mengapresiasi tema tahunan yang diangkat International Council of Museums (ICOM), yakni The Future of Museums Recover and Reimagine. Pasalnya, tema yang berfokus pada pemikiran ulang museum masa depan untuk memenuhi tantangan masa kini turut menjadi perhatian Museum DPR RI yang juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Museum Internasional. Webinar yang bertemakan menghadirkan beberapa pakar seperti Sadiah Boonstra, Jeong Ok Jeon selaku Founder & Director ARCOLABS, dan Yudhi Soerjoatmodjo yang merupakan Produser – Kurator Dapoerdongeng serta Karina Aulia Mintahi yang membersamai sebagai moderator.

Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Deputi Bidang Persidangan Damayanti, Plt Deputi Administrasi Nunu Nugraha Khuswara, Kepala Biro Protokol DPR RI dan Humas Suratna, Kepala Bagian Humas dan Pengelolaan DPR RI Museum Minarni. (Uli)